Tanpa disadari, beberapa kebiasaan makan sehari-hari justru membuat berat badan naik. Oleh karena itu, jangan abaikan kebiasaan makanmu, termasuk menghindari kebiasaan berikut.
Kenaikan berat badan bisa disebabkan karena kebiasaan makan yang kurang baik, terutama ketika kalori yang dikonsumsi lebih tinggi daripada energi yang dibakar.
Kebiasaan makan kurang baik juga menyebabkan otak lambat merespons sinyal kenyang, sehingga memicu asupan makan berlebihan.
Untuk menghindari hal-hal ini, sejumlah kebiasaan makan bisa diperhatikan, seperti 7 kebiasaan makan ini yang dilansir dari orlandohealth.com (19/11/2025) ini:
1. Makan terlalu cepat
Tanpa disadari kebiasaan makan terlalu cepat bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Pasalnya dibutuhkan 20 menit bagi perut untuk memberi sinyal ke otak bahwa tubuh sudah kenyang.
Jadi ketika makan dengan cepat, kamu cenderung mengonsumsi terlalu banyak kalori sebelum kamu menyadari sudah waktunya untuk berhenti makan.
Untuk menghindari hal ini, kamu bisa menerapkan sebuah strategi yaitu dengan meletakkan garpu di setiap gigitan atau minum segelas air agar kenyang lebih cepat.
2. Tidak minum cukup air
Jika sering merasa lapar, mungkin kamu mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh.
Ketika kamu merasa haus, mungkin sebenarnya tubuh menganggap hal tersebut sebagai sinyal lapar. Ini karena tubuh menginginkan kebutuhan air sama seperti tubuh yang juga menginginkan makanan.
Supaya tidak terjadi hal seperti ini, minumlah air yang cukup. Hal ini bisa memastikan tubuh terhindar dari dehidrasi sekaligus mengekang nafsu makan.
Aturan per harinya yaitu minum 2 liter atau 8 gelas (230 ml/gelas) untuk orang dewasa. Tetapi jumlah ini bervariasi tergantung aktivitas fisik, cuaca, kondisi kesehatan, kondisi hamil, atau menyusui.
3. Menggunakan piring besar
Ukuran piring juga dapat memengaruhi kebiasaan makan. Menyajikan makanan dalam piring besar bisa berdampak besar pada seberapa puas kamu setelah makan.
Bagi otak, porsi lebih kecil di piring besar terlihat kurang memuaskan dibandingkan porsi yang sama di piring lebih kecil.
Kalau mau hemat kalori, bisa ubah piring makan menjadi yang lebih kecil. Saat otak mencatat kamu telah mengisi piring makan, kamu cenderung tidak akan merasa lapar setelahnya.
4. Minum minuman berkalori
Sejumlah minuman, seperti kopi susu, minuman soda, hingga teh manis mengandung gula dan kalori tinggi yang tidak mengenyangkan dan hanya memberi rasa puas sementara.
Kalori berlebihan tersebut hanya disimpan dalam tubuh sebagai lemak. Selain itu minuman manis juga memicu lonjakan insulin yang mempercepat penyimpanan lemak.
Untuk menghindari kenaikan berat badan, sebaiknya batasi minuman berkalori tinggi yang seringkali memiliki gula tersembunyi. Lebih baik pilih air putih.
Simak Video "Video: Wanti-wanti Kemenkes Meski Angka Stunting RI Sudah Menurun"
(aqr/adr)