5 Fakta Pemanis Buatan yang Sering Dicap Buruk untuk Kesehatan

ADVERTISEMENT

5 Fakta Pemanis Buatan yang Sering Dicap Buruk untuk Kesehatan

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 20 Jan 2023 08:00 WIB
5 Fakta Pemanis Buatan yang Sering Dicap Buruk untuk Kesehatan
Foto: Getty Images/NoDerog
Jakarta -

Dibalik rasanya yang manis, dinilai sebagai asupan yang perlu dihindari. Ternyata ada beberapa fakta pemanis buatan yang jarang diketahui.

Bagi orang Indonesia makanan dan minuman manis seolah begitu melekat dengan lidah dan disukai hampir semua orang. Sayangnya rasa manis yang diberikan tidak sama manisnya dengan efek samping yang bisa ditimbulkan.

Banyak produk makanan dan minuman yang menggunakan pemanis buatan sebagai salah satu perisa tambahan. Pemanis buatan menjadi salah satu komponen yang konon wajib dihindari karena menjadi pemicu diabetes dan penyakit yang disebabkan oleh asupan gula lainnya.

Ternyata di balik predikatnya sebagai musuh kesehatan pemanis buatan juga menyimpan beberapa fakta. Fakta pada pemanis buatan ini masih jarang dan tidak banyak diketahui oleh awam.

Baca juga: 3 Croissant Asal Bali yang Populer di Jakarta, Mana yang Paling Renyah Gurih?

Berikut ini 5 fakta pemanis buatan menurut Consumer Reports:

5 Fakta Pemanis Buatan yang Sering Dicap Buruk untuk KesehatanPemanis buatan ternyata banyak jenisnya. Foto: Getty Images/NoDerog

1. Arti pemanis buatan

Banyak pemanis buatan yang sebenarnya lebih disebut sebagai pemanis non-nutrisi. Hal ini lantaran produk pemanis buatan didominasi dengan kandungan kalori tetapi tanpa nutrisi apapun.

Beberapa pemanis buatan non-nutritif ini misalnya seperti acesulfame potassium (Ace-K), sucralose, saccharin, steviol glycosides dan monk fruit. Bahkan pada pemanis seperti stevia dan monk fruit atau lo han kuo masih harus melalui proses tinggi untuk membuatnya layak dikonsumsi menjadi pemanis.

Ternyata ada juga produk pemanis buatan yang mengandung nutrisi seperti aspartam. Aspartam ini juga banyak digunakan pada makanan dan minuman kemasan. Ketika digunakan dalam jumlah sedikit, kadar manisnya mencapai 200 kali daripada gula.

2. Memicu risiko penyakit jantung

Food and Drug Administration mengungkapkan kadar racun pada pemanis buatan yang telah diteliti melalui manusia dan hewan. Penelitian membuktikan bahwa konsumsi pemanis buatan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, sindrom metabolisme, kanker dan penyakit jantung.

Pada penelitian yang dipublikasi tahun 2019 ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 680 gram pemanis buatan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung sebanyak 35%. Tak hanya itu ada juga ancaman peningkatan 26% risiko stroke dan 19% kematian dini.

Penelitian ini melihat langsung dari kebiasaan para partisipan tanpa menyesuaikan pola makan dan kebiasaan selama pengamatan. Walaupun masih membutuhkan banyak pengamatan lebih lanjut untuk validasi tetapi efek sampingnya sangat ditekankan oleh ahli.

Fakta pemanis buatan lainnya ada di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT