ADVERTISEMENT

Kamu Harus Tahu! 5 Pola Makan Ini Bikin Berat Badan Susah Turun

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 30 Jun 2022 05:00 WIB
Pola makan yang bikin susah turun berat badan
Foto: iStock
Jakarta -

Jangan asal diet, pahami beberapa pola makan sehat. Ada beberapa pola makan yang populer disebut bisa menurunkan berat badan, padahal faktanya justru sebaliknya.

Gambaran kata 'diet' bagi sebagian orang adalah mengurangi makanan untuk bisa menurunkan berat badan. Mungkin itu benar, tetapi perlu dipahami jenis makanan apa dan nutrisi di dalamnya.

Sebab selama ini ramai berseliweran pola makan yang disebut-sebut sehat karena bisa membantu menurunkan berat badan, tapi kenyataannya justru menyulitkan untuk menurunkan berat badan.

Bahkan ada yang berpotensi menambah berat badan. Karenanya sebelum diet, sebaiknya pahami dulu pola makan sehat yang dibutuhkan oleh tubuh. Atau bisa juga berkonsultasi dengan ahli gizi.

Berikut 5 pola makan yang ternyata bikin susah turun berat badan:

1. Makan Terlalu Sedikit

Pola makan yang bikin susah turun berat badanHati-hati, makan terlalu sedikit bisa jadi bumerang Foto: iStock

Orang beranggapan makan terlalu banyak bisa menjadi faktor bertambahnya berat badan, karenanya banyak orang yang memilih untuk makan dengan porsi sedikit bahkan ada yang kelewat sedikit.

Hati-hati, makan terlalu sedikit bisa jadi bumerang. Mungkin makan terlalu sedikit tidak kana menyebabkan kenaikan berat badan, tapi bisa berpotensi tubuh merasa lebih tidak terkendali.

Menurut ahli gizi, Lisa Moskovitz makan terlalu sedikit bisa membuat perut cepat lapar, sehingga mendorong kamu untuk ngemil makanan yang tidak sehat. Sebaiknya makan secukupnya.

Baca Juga: Hati-hati! 6 Kesalahan Saat Sarapan Ini Bisa Gagalkan Diet

2. Makan Banyak Smoothie

Smoothie sering jadi menu diet banyak orang karena terbuat dari sayuran dan buah. Karenanya smoothie dipercaya dapat menurunkan berat badan, padahal faktanya belum tentu.

Sebab tak sedikit orang yang membuat smoothie dengan campuran gula tambahan, selai kacang dan granola. Campuran tersebut dapat menambahkan jumlah kalori dalam smoothie tersebut.

"Perhatian topping, jangan pakai granola. Mungkin bisa pakai bijichia dan kelapa untuk mengurangi gula lebih banyak lagi," ujar ahli gizi Shapiro.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT