Kenali 7 Kebiasaan Makan Paling Buruk untuk Penderita Tekanan Darah Tinggi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 24 Mar 2022 06:00 WIB
7 Cara Turunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami
Foto: Getty Images/iStockphoto/carlosgaw
Jakarta -

Penderita tekanan darah tinggi perlu memperhatikan kebiasaan makannya sehari-hari. Hindari 7 kebiasaan makan paling buruk yang diungkap ahli gizi ini.

Kondisi tekanan darah tinggi tidak boleh disepelekan karena bisa memicu beragam penyakit serius, mulai dari kerusakan organ hingga penyakit jantung. Ada banyak faktor pemicu tekanan darah tinggi.

Salah satu yang paling umum adalah kebiasaan makan yang tidak sehat. Padahal menurut ahli gizi dengan mengetahui apa dan bagaimana kamu makan, kamu bisa mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Mengutip Eat This, Not That (23/3/2022), inilah 7 kebiasaan makan paling buruk untuk penderita tekanan darah tinggi:

1. Tidak mengasup potasium

Potasium adalah mineral penting yang dibutuhkan untuk mengatur tekanan darah yang sehat. "Konsumsi makanan tinggi potasium dan rendah garam bisa bantu menurunkan tekanan darah," kata ahli gizi Maria E. Rodriguez. Ia menyebut potasium bisa didapat dari konsumsi 8-10 porsi buah dan sayur setiap hari.

Pilihan terbaiknya termasuk kentang, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Adapun rekomendasi asupan potasium harian menurut American Heart Association adalah 4.700 milligram per hari.

2. Konsumsi makanan kemasan

Berapa Lama Makanan Kaleng Dapat Bertahan? Ini Kata AhliKonsumsi makanan kemasan bisa memicu tekanan darah tinggi karena tinggi sodium. Foto: Getty Images/iStockphoto/SarapulSar38

Makanan kemasan digemari karena sifatnya praktis dan rasanya enak, namun hati-hati mengonsumsinya karena tekanan darahmu bisa naik. "Makanan kemasan biasanya mengandung lebih banyak sodium ketimbang makanan lain yang tidak melalui banyak pemrosesan," kata ahli gizi Eleana Kaidanian.

Sebagai contoh, sup kalengan mengandung lebih banyak sodium dan bahan pengawet ketimbang sup buatan rumahan. Pun untuk saus salad kemasan yang dijual di supermarket, lebih banyak mengandung sodium ketimbang saus atau dressing salad buatan sendiri.

3. Sering makan di luar

Kebiasaan sering makan di restoran, kafe, atau makan di luar bukan hanya buruk untuk finansial, melainkan juga kesehatan. Pasalnya kamu tidak bisa mengontrol bahan-bahan apa saja yang dipakai untuk membuat menu di restoran.

Bukan tidak mungkin sodium atau garam yang ditambahkan terlalu banyak. Sebagai perbandingan, selembar pizza dari restoran pizza bisa mengandung sodium lebih dari jumlah harian yang dibutuhkan.

4. Tidak baca fakta nutrisi

Cegah Obesitas dengan Baca Info Nutrisi di Label Kemasan MakananMembaca fakta nutrisi penting untuk mengetahui komposisi dan jumlah kandungan sodium dalam makanan kemasan. Foto: iStock

Kebiasaan makan buruk lain yang kerap dilakukan penderita tekanan darah tinggi adalah tidak baca fakta atau informasi nutrisi pada makanan kemasan. "Seperti halnya kamu beli sepatu tanpa tahu ukuran, kamu sebaiknya tidak beli makanan kemasan tanpa mengetahui bahan-bahan di dalamnya," kata Kaidanian.

Ia mencontohkan saus tomat kemasan sangat mungkin tinggi sodium. Penting baginya untuk selalu mengecek fakta nutrisi makanan kemasan, terutama kandungan garam atau sodium di dalamnya. Pasalnya sodium bisa 'tersembunyi' di banyak makanan kemasan, termasuk krimer kopi!

Lihat lagi kebiasaan makan paling buruk untuk penderita tekanan darah tinggi di halaman selanjutnya.