ADVERTISEMENT

5 Mitos tentang Daging Babi yang Hingga Saat Ini Masih Dipercaya

Tim detikFood - detikFood
Rabu, 16 Mar 2022 10:30 WIB
Mitos tentang daging babi
Foto: iStock
Jakarta -

Selama ini daging babi selalu mendapat reputasi buruk. Mulai dari nutrisi hingga fakta lainnya. Para ahli gizi membuktikan bahwa hal tersebut hanya mitos.

Di negara-negara barat, daging babi merupakan makanan yang populer dikonsumsi sehari-hari. Ada banyak makanan yang terbuat dari daging babi dan menjadi favorit semua orang di sana.

Namun seiring dengan populernya daging babi, ramai juga yang menyebutkan bahwa daging babi tidak sehat. Hal tersebut pun terus berkembang dan menjadi ketakutan tersendiri.

Beberapa reputasi buruk tentang daging babi itu banyak ditepis oleh para ahli gizi. Berikut 5 mitos tentang daging babi yang masih berkembang di masyarakat:

1. Daging Babi adalah Jenis Daging Putih

Mitos tentang daging babiMitos tentang daging babi yang beredar adalah daging babi termasuk jenis daging putih padahal bukan Foto: iStock

Fakta salah yang sering beredar tentang daging babi adalah menyebut bahwa daging babi termasuk jenis daging putih. Padahal faktanya tidak demikian.

Kabar tersebut dipopulerkan oleh produsen daging babi pada tahun 80-an. Mereka ingin menyampaikan kampanye dengan menyoroti kesehatan daging babi dan menyelaraskan di benak konsumen di mana daging putih lebih sehat.

Karenanya mereka menyebut daging babi termasuk jenis daging putih tanpa lemak daripada daging sapi yang berlemak. Kampanye itu pun berhasil meningkatkan penjualan daging babi, lapor Mashed.com (15/02/22).

Lagi pula sebenarnya, daging babi berwarna merah. Hanya saja sedikit lebih pucat dibandingkan daging jenis mamalia lainnya seperti sapi dan kambing.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Makan Daging Babi

2. Daging Babi tidak Sehat

Mitos tentang daging babiMitos tentang daging babi disebutkan bahwa daging babi tidak sehat, padahal kaya akan protein Foto: iStock

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa daging babi tidak sehat dikonsumsi. Menurut banyak ahli gizi, daging babi justru sumber protein yang baik.

Selain itu, daging babi juga mengandung vitamin B dan mineral seperti niasin, besi dan seng. Bahkan kandungan vitamin B pada daging babi lebih banyak dibandingkan daging merah lainnya.

Dikutip dari Livestrong, daging babi memiliki lebih banyak nutrisi daripada daging sapi sirloin. Menurut sebuah studi dari USDA, daging babi memiliki kandungan yang rendah pada lemak jenuh.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT