Pola Makan Sehat untuk Orang yang Berusia di Atas 50 Tahun

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 11 Jan 2022 06:00 WIB
Pantangan Penyakit Jantung, Hindari 15 Makanan Ini Agar Darah Tinggi Tidak Naik Foto: Getty Images/iStockphoto/Chinnapong
Jakarta -

Semakin bertambah usia, tentunya semakin penting untuk memperbaiki pola makan serta beralih ke gaya hidup yang lebih sehat. Terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 50 tahun.

Salah satu yang paling penting saat usia sudah mengingjak di angka 50 adalah dengan memperbaiki pola makan. Pilihan makanan yang lebih sehat dan bernutrisi, bisa menjadi penunjang untuk mempertahankan kesehatan tubuh.

Menurut Eat This, Not That (10/01), fungsi jantung memegang peranan yang penting untuk kesehatan tubuh. Di usia 50 tahun, memilki fungsi jantung yang baik dan sehat adalah hal yang utama. Tapi fungsi jantung ini terus melemah seiring bertambahnya usia.

Untuk itu ada beberapa kebiasaan makan atau pola makan yang harus diubah, untuk orang-orang yang sudah berusia di atas 50 tahun. Berikut beberapa uraiannya.

Baca Juga: Waspada! 5 Minuman Enak Ini Bisa Memicu Serangan Jantung" selengkapnya


1. Hindari Minuman Diet Soda

Drink CanMinuman Bersoda Tak Baik untuk Kesehatan. Foto: iStock

Secara umum minuman bersoda atau minuman lainnya tidak terlalu disarankan dikonsumsi secara berlebihan, karena bisa membahayakan kesehatan. Menurut dokter Arika Hoscheit dari Paloma Health, salah satu yang perlu dihindari orang-orang saat menginjak angka 50 tahun adalah diet soda.

Diet soda ini merupakan minuman soda yang sering dianggap orang lebih sehat. Padahal menurut Arika, semua jenis minuman yang mengandung pemanis buatan dan diet soda, bisa menganggu kesehatan jantung.

Beberapa orang sering memilih diet soda untuk menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya lebih rendah. Tapi efek sampingnya bisa membahayakan jantung.

"Minuman dengan pemanis buatan ini sudah dikaitkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Dalam salah satu penelitian, konsumsi diet soda bahkan bisa menyebabkan meningkatnya risiko metabolic syndrome sebanyak 36%. Serta meningkatkan 67% risiko penyakit diabetes 2, dibandingkan orang-orang yang tidak mengkonsumsi diet soda," jelas Arika.

2. Perbanyak Makan Sayur dan Buah

Banyak makan sayur dan buah bisa membantu orang-orang untuk menjaga kesehatan tubuh mereka. Rajin konsumsi sayur dan buah juga bisa menurunkan berbagai risiko penyakit, terutama penyakit jantung. Jadi penting untuk diterapkan dalam pola makan sehari-hari.

"Komponen dari sayuran dan buah yang melindungi tumbuhan dari hama natural, bisa juga membantu kita melindungi tubuh dari penyakit jantung, diabetes, kanker dan pnyakit otak," jelas ahli kesehatan Judy Barbe.

Pilihlah sayuran dan buah yang kaya akan serat, vitamin, mineral, antioksidan dan nutrisi lainnya. Seperti brokoli, apel, tomat hingga wortel.

3. Berhenti Makan Gorengan dan Atur Porsi Makan

Gorengan, the popular and traditional Javanese side dish of food deep-fried in batter; a typical dish served in Nasi Kucing fare. This fritter dish consists of mixed vegetable fritters on the left and tempeh fritters on the right. Fritters are served with small green chili peppers. The dish is served on a woven bamboo plate lined with banana leaf. It is placed on a wooden table lined with recycled brown paper. In the background is a Javanese batik curtain.Jangan Terlalu Banyak Makan Gorengan. Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008

Menurut ahli gizi Mary Wirtz, menghindari makanan yang digoreng adalah cara ampuh untuk menjaga kesehatan jantung. Makanan-makanan yang digoreng seperti ikan goreng, kentang goreng dan yang lainya juga bahkan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, obesitas dan tekanan darah tinggi.

"Peneliti telah menemukan bahwa konsumsi gorengan secara rutin dapat meningkatkan risiko jantung koroner 22%, stroke 37% dan gagal jantung 37%," kata Wirtz.

Selain itu porsi menjadi permasalahan kedua yang timbul setelah kandungan yang ada dalam makanan. Bahkan pada makanan yang sehat sekalipun sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi berlebihan agar efeknya tak berubah menjadi buruk.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com