Jangan Dimakan Berlebihan! 5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Kanker

Diah Afrilian - detikFood Sabtu, 02 Okt 2021 06:00 WIB
Asian doctor woman encourage young woman patient by holding hand Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat

3. Tepung dan gula

Beberapa bahan makanan diproduksi melalui tahap pemurnian atau penghalusan. Efeknya ada yang dapat menghancurkan nutrisinya atau bahan membuat penggunaannya menjadi lebih banyak tanpa disadari karena ukurannya yang terlihat lebih sedikit. Makanan pemurnian atau yang dihaluskan ini misalnya tepung, gula halus atau bahkan minyak.

Pada suatu penelitian ditemukan bahwa gula dan karbohidrat yang diproses hingga terlalu halus justru dapat menimbulkan stres oksidatif dan inflamasi di dalam tubuh. Efeknya asupan tersebut dapat meningkatkan risiko kanker di dalam tubuh dan memberi jalan yang sangat luas untuk berbagai jenis kanker dapat berkembang.

Para ahli mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengonsumsi terlalu banyak tepung, gula dan minyak cenderung akan memiliki risiko yang
lebih besar terhadap kanker ovarium, payudara dan endometrium atau rahim. Dibandingkan dengan menggunakan gula disarankan oleh ahli untuk menggunakan madu yang dapat memberikan rasa manis yang lebih alami.

4. Alkohol dan Minuman Berkarbonasi

minuman sodaFoto: iStock

Dua jenis minuman ini, alkohol dan minuman-minuman yang berkarbonasi memiliki kandungan gula halus dan kalori yang sangat tinggi. Konsumsi dua gelas atau dua botol alkohol dan minuman berkarbonasi ini bahkan dinyatakan oleh para ahli sudah sangat melewati batas aman untuk kesehatan tubuh.

Efeknya konsumsi minuman-minuman tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan radikal bebas dengan mudah masuk ke dalam tubuh tanpa
penghalang. Alkohol juga diketahui oleh ahli dapat membuat fungsi imun justru bekerja secara terbalik.

Konsumsi alkohol dan minuman berkarbonasi ini dapat membuat fungsi imun kebingungan untuk mendeteksi target pre-kanker dan sel kanker. Sehingga sel-sel kanker akan sangat cepat bertumbuh karena tidak ada kekebalan imunitas yang bisa mendeteksi dan menyerang sel-sel kanker
untuk mencegahnya berkembang.

5. Makanan Kaleng dan Kemasan

Tren konsumsi makanan kaleng dan kemasan secara perlahan diketahui oleh ahli mengalami kenaikan yang justru lebih stabil. Gaya hidup yang serba cepat dengan aktivitas yang begitu padat dikatakan menjadi pengaruh besar bagi banyak orang untuk mengonsumsi makanan yang cepat disajikan dan mudah diolah seperti makanan kalengan dan kemasan.

Jika diperhatikan, semakin lama banyak sekali berbagai produk kemasan dan kalengan instan yang awalnya bertujuan untuk mempermudah proses memasak. Seperti sup tomat kaleng, ikan kaleng, sup instan atau bahkan ada juga perkedel instant.

Walaupun memang dapat memangkas 'repot' tetapi makanan kalengan dan kemasan ini sangat berisiko untuk mengembangkan sel-sel kanker dengan sangat cepat. Sebagian besar makanan instan yang siap dimasak diketahui oleh para ahli mengandung senyawa kimia bernama Bisphenol A (BPA) yang jika masuk ke dalam makanan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada DNA dan memicu pertumbuhan kanker.

Baca juga: 10 Bahan Makanan Ini Sering Dicap Penyebab Kanker, Ini Faktanya

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Slurp! Ternyata Kaktus Bisa Dibuat Jadi Es Segar"
[Gambas:Video 20detik]

(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com