Apa Benar Kebanyakan Minum Kopi Dapat Melemahkan Imunitas?

Diah Afrilian - detikFood Rabu, 18 Agu 2021 05:00 WIB
Ilustrasi Kopi Foto: shutterstock
Jakarta -

Kandungan antioksidan pada kopi dinilai bagus untuk imunitas. Tetapi konsumsi kopi berlebihan justru dikaitkan dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Begini penjelasan ahli.

Kandungan antioksidan pada kopi diakui memiliki manfaat kesehatan yang begitu baik untuk tubuh. Mulai dari melawan radikal bebas hingga mencegah risiko penyakit kardiovaskular.

Di pagi hari kopi juga banyak dibutuhkan terutama bagi pekerja atau orang-orang dengan aktivitas yang begitu padat. Kandungan kafein pada kopi memang dapat memberikan energi instan sehingga sangat membantu untuk memulai aktivitas.

Tetapi sebuah penelitian justru mengungkapkan efek samping yang berbahaya dari rutinitas minum kopi ini. Salah satunya bahkan mengancam imunitas dan kesehatan mental dalam jangka panjang.

Ilustrasi Pedagang KopiFoto: Tristan Fewings/Getty Images

Mengutip Passport Health pada penelitian terkait kopi, kopi memang menunjukkan kandungan antioksidan dan komponen kesehatan lain yang baik untuk dikonsumsi. Stimulasi kafein pada aliran darah dan juga otak juga diberikan dalam waktu singkat hanya sekitar 15 menit.

Baca juga: 7 Minuman Pengganti Kopi Ini Bisa Bikin Mata Melek di Pagi Hari

Di balik manfaatnya yang bagus, ternyata ada risiko dari konsumsi kopi dalam jangka panjang. Dave Gibson, selaku spesialis pengobatan gangguan tidur, mengatakan bahwa konsumsi minuman berkafein berlebihan seperti kopi dapat merusak sistem imunitas.

Menurut Gibson, hal ini disebabkan oleh peningkatan kortisol yang dapat memengaruhi respon imunitas tubuh. Hampir serupa dengan dopamin, efek peningkatan kortisol ini memengaruhi tubuh dan perasaan seseorang. Bahkan kortisol juga dapat menimbulkan stres.

Sisa kafein yang terlalu menumpuk di dalam tubuh ini yang berperan memproduksi lebih banyak kortisol. Ini juga yang menjadi penyebab bahwa kopi dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan hingga berjerawat.

ilustrasi minum kopiFoto: thinkstock

Kadar tumpukan kopi dan minuman berkafein lainnya di dalam tubuh juga dapat merusak pola tidur dan fungsi adrenalin. Sedangkan kebiasaan tidur yang baik dibutuhkan untuk menjadi aspek utama kehidupan termasuk performa saat bekerja.

Kualitas tidur yang tidak baik akan sangat mengganggu seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Sisa kandungan kopi di dalam tubuh juga berperan dalam menciptakan insomnia hingga gangguan tidur lainnya.

Konsumsi kopi yang berlebihan dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan depresi dan gangguan kognitif. Beberapa orang bahkan juga akan merasakan sakit kepala, kehilangan kemampuan mengingat hingga memicu kecemasan.

Hormon adrenalin yang dibutuhkan untuk mengatasi gejala-gejala tersebut sayangnya juga sudah terlalu berlebih akibat konsumsi kopi. Situasi ini justru akan memperburuk suasana bahkan dapat membuat seseorang merasakan kepanikan berlebih. Hal ini disebabkan oleh lonjakan adrenalin yang memicu detak jantung hingga menyebabkan nyeri di dada dan sakit kepala berlebih.

Ini sangat ironis ketika orang-orang justru membutuhkannya untuk relaksasi tetapi kopi memberikan efek yang sebaliknya. Para dokter dan ahli gizi menyarankan untuk tidak mengonsumsi kopi lebih dari dua cangkir sehari.

Baca juga: Manfaat Minum Kopi untuk Tingkatkan Imun Tubuh Selama Musim Corona



Simak Video "Yamaha V80 Ini Disulap Jadi Kedai Kopi Tengah Malam"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com