Vaksin Covid-19, Ini 5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Sebelum dan Sesudahnya

Diah Afrilian - detikFood Selasa, 29 Jun 2021 08:00 WIB
Doctor in personal protective suit or PPE inject vaccine shot to stimulating immunity of woman patient at risk of coronavirus infection. Coronavirus,covid-19 and vaccination concept. Foto: iStock

2. Hindari Alkohol

Konsumsi alkohol dikaitkan dengan penyebab dehidrasi yang akan dialami oleh tubuh. Tidak hanya dehidrasi, alkohol juga dapat memengaruhi sistem imunitas dan respon vaksin.

"Kadar alkohol dalam jumlah sedikit mungkin tidak akan memberikan efek terhadap keefektifan vaksin tetapi jika dalam jumlah banyak sangat mungkin mempengaruhi vaksin," kata Dr. Leong Moh Ying.

Jika ingin merayakan karena telah menerima vaksin secara penuh dalam dua dosis, sebaiknya hindari minuman beralkohol. Tubuh juga masih membutuhkan sistem imunitas yang kuat untuk melawan virus walaupun sudah divaksin.

3. Minum yang Cukup

Close up of a young man drinking water from a plastic bottle . He is listening to music from small white earphones and his eyes are closed. The sun is shining strong in the background.Foto: iStock

Selain alkohol, minuman dengan kadar gula yang tinggi harus dihindari. Minuman dengan kandungan gula tambahan di dalamnya dalam menyebabkan lonjakan gula darah.

Bahkan pada jus kemasan sekalipun sebaiknya dihindari dan pilih untuk mengonsumsi jus yang dibuat alami sendiri di rumah agar lebih sehat. Memenuhi cairan tubuh ini sangat diperlukan terutama air mineral.

Cairan tubuh yang cukup akan sangat membantu untuk menjaga sistem sirkulasi dan membantu antibodi dari vaksin cepat menyebar. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga akan membuat vaksin menjadi lebih efektif dan meringankan efek samping dari vaksin. Air putih menjadi pilihan terbaik.

4. Makan yang Cukup

Sebelum maupun setelah vaksin sebaiknya tetap menjaga porsi makan dengan jumlah yang sesuai. Mengurangi atau menambahkan porsi makan tidak akan memberikan efek yang berpengaruh pada efektivitas vaksin.

"Jika kamu harus memilih antara lebih sedikit, normal atau lebih besar, pilih porsi makanan yang sesuai dengan pola makan biasanya," kata Dr. Leong Moh Ying.

Perubahan pola makan yang signifikan justru dapat mengejutkan tubuh danmemengaruhi imunitas. Imunitas yang terpengaruh tersebut bisa saja menjadi melemah sehingga menurunkan efektivitas vaksin.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com