7 Susu Protein untuk Diet, Mana yang Lebih Kamu Suka?

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 31 Mar 2021 08:00 WIB
Healthy hazelnut drink (smoothie) - horizontal Foto: iStock
Jakarta -

Susu protein untuk diet bisa kamu nikmati. Semuanya mengandung protein dengan kadar yang berbeda-beda. Tidak hanya susu sapi, akan tetapi banyak juga susu protein dari bahan nabati yang cocok buat kamu.

Protein menjadi komponen penting dari setiap sel dalam tubuh. Selain itu, protein juga diperlukan dalam pembentukan tulang, otot, tulang rawan, kulit dan darah. Serta membangun, memperkuat dan memperbaiki jaringan tubuh.

Dilansir dalam MedlinePlus, protein juga dapat membentuk antibodi yang melindungi tubuh dari penyakit yaitu imunoglobulin. Karena immunoglobulin dihasilkan tubuh saat ada benda asing yang masuk, kemudian immunoglobulin akan mengikat dan melawan bakteri atau virus penyebab penyakit.

Berikut susu protein diet yang bisa kamu pilih:

1. Susu Hemp (Biji rami)

Susu yang terbuat dari biji rami mengandung protein dan sering jadi pilihan seseorang yang menjalankan diet. Susu rami dibuat dengan cara biji rami direndam kemudian diolah menjadi susu.


Bijinya tinggi protein dan lemak tak jenuh omega 3 dan omega 6 yang sehat. Jadi, susu rami mengandung nutrisi ini dalam jumlah yang lebih sedikit daripada susu nabati lainnya.

Satu porsi susu rami 240 ml menyediakan 60 kkal, 3 gram protein serta 5 gram lemak.

2. Susu Oat

Oatmeal yang terbuat dari gandum utuh bisa diolah menjadi susu. Susu oat secara alami memiliki rasa manis dan tinggi karbohidrat. Hal ini dikarenakan oatmeal mengandung serat larut yang membuat susu oat sedikit lebih lembut.

Dalam Heathline, serat larut menyerap air dan berubah menjadi gel selama proses pencernaan yang membantu memperlambat pencernaan serta membantu kamu kenyang lebih lama dan dapat juga membantu stabilkan gula darah.

Susu oat dala. 240 ml mengandung kalori sebesar 120 kkal, 3 gram protein, 16 gram karbohdirat, 5 gram lemak dan 2 gram serat.

3. Susu Almond

Susu almond dibuat dengan merendam almond dalam air dan kemudian diblender serta menyaring padatannya. Ini adalah alternatif susu non dairy yang enak untuk orang yang tidak dapat mentolerir atau memilih untuk tidak minum susu dari susu sapi tetapi tidak aman untuk kamu yang alergi terhadap kacang-kacangan.

Susu almond tanpa pemanis rendah kalori dan jauh lebih rendah karbohidrat dari susu sapi, menjadikannya pilihan yang baik jika kamu mengikuti diet rendah karbohidrat.

Meskipun susu almond adalah sumber antioksidan vitamin E yang baik secara alami, namun susu almond rendah protein dan banyak nutrisi lainnya. Banyak merek yang diperkaya dengan kalsium, vitamin A dan D.

Dalam 240 ml susu almond mengandung 41 kkal, 1 gram protein, 2 gram karbohidrat dan 3 gram lemak.

4. Santan

Santan diperas dari daging putih kelapa. Ini memiliki rasa yang enak dan merupakan alternatif susu nondairy yang baik dan aman. Kebanyakan santan yang dikemas dalam karton dicampur dengan air sehingga memberikan konsistensi yang mirip dengan susu sapi.

Dalam 240 ml santan tanpa pemanis mengandung 46 kkal, 1 gram karbohidrat dan 4 gram lemak.

5. Susu Sapi

Susu sapi adalah susu yang paling sering dikonsumsi dan merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Secara alami susu sapi tinggi kalsium, vitamin B dan banyak mineral lainnya. Ini juga sering diperkaya dengan vitamin A dan D menjadikannya makanan yang sangat bergizi untuk anak-anak dan dewasa.

Dalam 240 ml susu sapi mengandung 149 kkal, 8 gram protein, 12 gram karbohidrat dan 8 gram lemak.

6. Susu A2

Sekitar 80 persen protein dalam susu sapi berasal dari kasein. Sebagian besar sapi perah di Amerika Serikat menghasilkan susu yang memiliki dua jenis kasein utama - A1 beta-casein dan A2 beta-casein.

Ketika A1 beta-casein dicerna, peptida yang disebut beta-casomorphin-7 (BCM-7) diproduksi. Ini terkait dengan gejala pencernaan yang mirip dengan intoleransi laktosa pada beberapa orang, termasuk gas, kembung, sembelit dan diare.

Sapi perah tertentu menghasilkan susu yang hanya mengandung A2 beta-casein yang tidak membentuk peptida BCM-7. Perusahaan susu A1 memasarkan susu A2 sebagai pilihan yang lebih mudah dicerna.

Sebuah penelitian kecil pada 45 orang dengan intoleransi laktosa yang dilaporkan sendiri menemukan bahwa susu A2 lebih mudah dicerna dan menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan yang lebih sedikit, dibandingkan dengan susu sapi biasa.

7. Susu Kedelai

Secara nutrisi, susu kedelai paling mendekati susu sapi. Ini sebagian karena kedelai adalah sumber protein lengkap yang sangat baik, serta karena telah diperkaya sehingga profil nutrisinya sangat mirip dengan susu.

Kedelai adalah pilihan yang bagus jika kamu menghindari produk susu tetapi menginginkan minuman susu yang lebih tinggi protein.

Dalam 240 ml susu kedelai tanpa pemanis menyediakan 105 kkal, 6 gram protein, 12 gram karbohidrat dan 4 gram lemak.





Simak Video "Lagi Diet? Bisa Konsumsi Nasi Shirataki yang Rendah Kalori"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com