Simak Pentingnya Sarapan Pagi untuk Dukung Aktivitas Seharian

Erika Dyah Fitriani - detikFood Minggu, 14 Feb 2021 19:43 WIB
Milo Foto: Milo
Jakarta -

Sarapan pagi merupakan waktu krusial bagi tubuh karena asupan makanan di pagi hari bisa membantu kita tetap berenergi seharian. Akan tetapi tak jarang kita melewatkan sarapan untuk mengawali hari, baik karena kesiangan atau terburu-buru menjalankan aktivitas.

Ahli Gizi dr Rita Ramayulis menjelaskan pentingnya sarapan untuk mengawali hari dan menjaga daya tahan tubuh, sebab sarapan merupakan waktu makan pertama kali.

"Jadi sesungguhnya ketika seseorang tidur kurang lebih 5-8 jam itu tidak mengkonsumsi apapun, maka dikatakan setelah lima jam tidak mengkonsumsi apapun terjadi penurunan glukosa darah. Karena memang saat tidur pun energi kita dipakai, penggunaannya untuk regenerasi sel kita," jelas Rita dalam webinar bertajuk Sarapan Active & Smart by MILO X NESTUM dan detikcom, pada Minggu (14/2/2021).

Pada gelaran bertemakan 'Jaga Daya Tahan Tubuh Keluarga dengan Sarapan Berenergi Lengkap' Rita menjelaskan bahwa kegiatan sarapan juga memiliki urgensi yang sangat penting bagi anak. Sebab anak-anak pada malam hari akan memproduksi hormon pertumbuhan yang membutuhkan energi sangat besar. Ia menjelaskan, hormon pertumbuhan ini penting untuk menunjang anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

"Jadi bisa dibayangkan ketika anak-anak tidur di malam hari itu berapa energi yang sudah terpakai. Sehingga pada saat bangun tidur mereka sudah kekurangan glukosa darah dan kehabisan energi juga sementara mereka itu dituntut untuk sekolah, belajar, bermain. Pun kita juga begitu kalau mau bekerja. Aktivitas itu butuh energi, untuk itulah pada pagi hari itu kita harus sarapan untuk memberi energi pada aktivitas kita berikutnya dan menaikkan glukosa darah," tuturnya.

Rita pun menjelaskan bahwa idealnya sarapan dimulai 30-60 menit setelah bangun tidur. Ia tidak menganjurkan untuk memulai sarapan satu jam setelah bangun tidur sebab kadar glukosa darah dalam tubuh manusia akan semakin menurun. Meski demikian, hal ini juga bisa ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi pada malam hari.

"Kalau malam hari kita makan gizi seimbang maka kita lebih mampu untuk beradaptasi di pagi hari. Jadi lebih baik responnya terhadap menerima makanan di pagi hari. Tapi kalau makannya juga tidak baik pada malam hari, maka paginya harus segera mendapat sarapan yang seimbang kalau tidak maka dapat terjadi berbagai kegagalan metabolisme atau gangguan metabolisme dalam tubuh kita atau bahasa lainnya adalah reaksi kimia metabolisme dalam tubuh kita," terang Rita.

Selain itu Rita juga menegaskan bahwa waktu sarapan tidak boleh lebih dari pukul 9 pagi, sebab setelah jam tersebut metabolisme dalam tubuh sudah berbeda.

Ia juga menjelaskan berbagai risiko yang bisa ditemui jika kita melewatkan sarapan. Dampak melewatkan sarapan jangka pendek akan membuat kita menjalankan aktivitas dalam kondisi kadar glukosa rendah. Yang tentunya berdampak pada fokus seseorang, kemampuan menyerap informasi dan kemampuan beraktivitas. Menurutnya, melewatkan sarapan di pagi hari akan membuat seseorang tidak maksimal dalam melakukan suatu pekerjaan. Juga bisa memunculkan rasa sakit perut/mual/ingin muntah/pusing.

Sementara untuk jangka panjang, melewatkan sarapan disebut dapat membuat tubuh melakukan proses penghematan energi, sehingga metabolisme melambat. Maka risiko penumpukan lemak dalam tubuh pun akan semakin tinggi. Melewatkan sarapan juga bisa membuat risiko peningkatan tekanan darah, gangguan pencernaan, hingga penyakit diabetes melitus.

"Orang-orang yang sering melewatkan sarapan dekat dengan kejadian diabetes melitus, juga ketika melewatkan sarapan tubuh melakukan penghematan energi dengan melewatkan proses pembakaran makanya sering terjadi kok ga sarapan malah jadi tambah gemuk. Belum lagi masalah mood," sebut Rita.

Rita menyebutkan untuk mendapatkan konsumsi sarapan yang lengkap dan bernutrisi dibutuhkan pemenuhan empat nutrisi penting bagi tubuh, di antaranya karbohidrat kompleks, zat besi, asam folat, serta vitamin B kompleks. Selain itu Ia juga mengingatkan untuk menghindari makanan yang mengandung zat gizi yang sulit dicerna bagi tubuh kita dan malah membuat organ tubuh kita bekerja lebih berat. Misalnya makanan yang mengandung lemak jenuh seperti gorengan.

"Sarapan disebut lengkap jika ada 4 kelompok bahan makanan, karbohidrat kompleks, protein hewani/nabati, sayuran, buah. Semua zat-zat ini bisa saja diterjemahkan dalam bentuk lain seperti pangan olahan yang memiliki semua gizi dalam 4 kelompok bahan itu. Itulah bentuk kepraktisan sarapan. Yang disebut bernutrisi adalah kebutuhan zat gizi terpenuhi. Jumlah dan porsinya juga harus jadi pertimbangan," pungkasnya.

Sementara itu Corporate Nutritionist Nestlé Indonesia Eka Herdiana menyebutkan ada waktu-waktu di mana kita tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi sarapan karena berbagai sebab. Untuk itu, Nestlé berperan untuk bisa mencari makanan alternatif atau panganan olahan yang sudah difortifikasi dan ditambahkan zat-zat gizi yang penting untuk bantu memenuhi kebutuhan itu.

"Ini komitmen dari Nestlé di mana kami berusaha untuk mengoptimalkan potensi dari makanan untuk bisa membantu meningkatkan kualitas individu hari ini juga di masa datang. Kami berusaha memberikan produk-produk yang bahan-bahannya alami, punya manfaat tertentu, salah satunya MILO dan NESTUM," kata Diana.

Ia menjelaskan, MILO merupakan minuman susu malt dan coklat yang dapat mendukung aktivitas fisik yang dibutuhkan anak-anak di waktunya bereksplorasi dan bermain. Ia menyebutkan, fortifikasi dalam MILO dengan sebutan Active Go bantu memberi energi yang cukup dari karbohidrat kompleks serta vitamin dan mineral untuk buat anak-anak berenergi yang berkesinambungan.

Sementara itu, Diana juga mengenalkan NESTUM. Produk alternatif pilihan sarapan yang praktis dan siap saji. Diana mengungkap NESTUM mengandung multigrain yang didapat dari gandum utuh, beras, dan jagung.

"Sumber karbohidratnya sudah dianekaragamkan dalam satu produk. Pasti mengandung berbagai vitamin dan mineral. Dan karena mengandung serat jadi lebih kenyang jadi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi sarapan," sebutnya.

Selain Rita dan Diana yang menjelaskan pentingnya sarapan sehat bernutrisi, acara yang dipandu oleh Rian Ibram ini dihadiri pula oleh Mom Influencer Tyna Kanna Mirdad yang berbagi inspirasi sarapan sehat untuk keluarga. Juga terdapat aksi spesial Chef Steby yang mengkreasikan empat menu menarik dari MILO x NESTUM seperti Susu MILO, Pancake NESTUM, Omelet NESTUM, dan power smoothie. Webinar ini juga disempurnakan dengan special performance dari Vidi Aldiano sebagai penutup.

(ega/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com