Susu Rendah Lemak untuk Diet, Hoax atau Fakta?

Rosmha Widiyani - detikFood Selasa, 09 Feb 2021 07:00 WIB
Minum Susu Bisa Bikin Langsing? Ini Faktanya Foto: Getty Images/iStockphoto/Akarawut Lohacharoenvanich/Susu Rendah Lemak untuk Diet, Hoax atau Fakta?
Jakarta -

Susu rendah lemak untuk diet kerap dikatakan lebih baik dibanding produk sejenis lainnya. Dikutip dari healthline, kandungan lemak dalam susu rendah lemak merujuk pada saturated fat atau lemak jenuh.

Produk susu rendah lemak mengandung 1,1 persen saturated fat, yang lebih rendah dibanding susu biasa sebesar 3,25 persen. Lemak jenuh kerap dikaitkan dengan risiko peningkatan kolesterol dan gangguan jantung.

Akibatnya lemak jenuh atau saturated fat cenderung dihindari, bahkan diadopsi menjadi kebijakan kesehatan. Tidak heran jika susu rendah lemak untuk diet dianggap lebih baik daripada susu reguler atau whole milk.

Apakah benar susu rendah lemak untuk diet lebih baik?

Susu rendah lemak untuk diet memang tidak perlu diragukan lagi manfaatnya. Namun bukan berarti susu biasa harus dihindari demi kesehatan tubuh. Regular milk mengandung kurang lebih 3,25 persen saturated fat.

Lemak jenuh memang meningkatkan kandungan low-density lipoprotein (LDL), atau yang sering disebut kolesterol jahat. Kandungan LDL inilah yang menjadi biang kerok berbagai penyakit terkait jantung dan hipertensi.

Ternyata, tidak semua LDL berbahaya bagi kesehatan tubuh. Tipe partikel LDL yang efeknya paling berbahaya berukuran sangat kecil dengan tingkat kerapatan tinggi. Lemak jenuh mengubah LDL menjadi partikel yang tidak berbahaya.

LDL juga mampu meningkatkan kandungan HDL dalam darah. Partikel HDL atau High density lipoprotein (HDL) kerap disebut sebagai kolesterol baik. HDL mampu melindungi dan mencegah penyakit jantung.

Konsumsi susu rendah lemak untuk diet yang diselingi regular milk ternyata berdampak baik bagi tubuh. Riset membuktikan, responden yang minum susu biasa cenderung memiliki berat badan lebih rendah.

Responden wanita yang rutin minum susu reguler berisiko rendah mengalami overweight. Selain itu, sebanyak 1.782 responden laki-laki berpeluang 48 persen lebih renah mengalami abdominal obesity.

Dengann penjelasan ini, susu rendah lemak untuk diet memang bisa dikonsumsi untuk kesehatan tubuh. Namun bukan berarti regular milk harus dihindari. Kandungan lemak jenuh, LDL, dan HDL diperlukan tubuh dengan jumlah secukupnya.



Simak Video "Lagi Diet? Bisa Konsumsi Nasi Shirataki yang Rendah Kalori"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com