Proses Pencernaan Makanan, Berapa Lama Bisa Dicerna Tubuh?

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 15 Jan 2021 08:00 WIB
Shot of a little girl having breakfast with her father Foto: iStock
Jakarta -

Dipengaruhi banyak faktor, ternyata begini proses pencernaan makanan. Berapa lama makanan bisa dicerna tubuh?

Pencernaan merupakan aktivitas tubuh yang dimulai ketika kamu memasukkan makanan ke dalam mulut. Pencernaan merupakan proses pemecahan makanan oleh tubuh untuk kemudian diambil nutrisinya dan disalurkan ke semua organ tubuh.

Proses pencernaan menjadi bagian terbesar dari masuknya nutrisi ke dalam tubuh. Setelah makanan sudah dipecah, makanan akan melewati usus halus dimana nutrisi akan mulai diserap oleh darah dan dialirkan ke berbagai organ tubuh untuk menjalani fungsinya.

Nutrisi yang didapatkan tubuh dari makanan ini kemudian akan dijadikan sebagai 'bahan bakar.' Aktivitas keseharian kamu pun bisa berjalan normal karena 'bahan bakar' ini.

Penasaran dengan bagaimana proses pencernaan makanan di dalam tubuh? Mengutip dari Health (22/12), ternyata proses pencernaan merupakan perjalanan rumit yang dilakukan oleh tubuh sebelum akhirnya nutrisi makanan diterima dengan baik oleh tubuh.

Langkah pertama mencerna makanan adalah ketika seseorang mulai memasukkan makanan ke dalam mulut dan mulai mengunyah. Ini merupakan awal mula proses pencernaan bekerja.

Close up portrait of young man in pain closing eyes and plugging ears with his hands protecting from loud noiseFoto: iStock

Pada saat mengunyah makanan, gigi bukan satu-satunya yang bekerja. Pengunyahan makanan di dalam mulut secara kimiawi dibantu dengan kelenjar ludah yang akan membasahi makanan sehingga lebih mudah untuk memasuki kerongkongan nanti.

Ludah juga mengandung senyawa kimia yang membantu memecah makanan. Senyawa kimia yang ada pada kelenjar ludah ini berupa enzim amilase yang dapat memecah kandungan pati atau karbohidrat menjadi glukosa.

Mengunyah makanan agar halus dengan baik dianjurkan minimal sebanyak 33 kali kunyahan. Setelah makanan dikunyah dengan halus, makanan akan turun ke kerongkongan menuju sfingter atau pada kerongkongan bagian bawah.

Pada kerongkongan bagian bawah ini, sfingter berperan sebagai otot yang akan mendorong makanan masuk ke dalam perut. Makanan kemudian akan melanjutkan perjalanannya untuk masuk dan dicerna di dalam lambung.

Baca Juga: 5 Menu Sarapan Ini Bisa Melancarkan Sistem Pencernaan

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com