Ini 5 Bahaya Gegoleran Setelah Makan

Tim Detikfood - detikFood Rabu, 13 Jan 2021 07:30 WIB
5 Bahaya Gegoleran Setelah Makan Foto: Getty Images/miodrag ignjatovic
Jakarta -

Perut kenyang setelah makan mendorong hasrat untuk berbaring atau gegoleran. Kondisi memang nyaman tetapi ada beberapa bahaya yang harus diwaspadai.

Ada sejumlah bahaya berbaring setelah makan yang mengintai. Sebagaimana dilansir Very Well Health, baik konsumsi makanan ringan atau makan malam saat sudah larut malam harus memperhatikan jeda waktu antara jam makan dengan jam tidur. Paling tidak, kamu memberikan jeda 2-3 jam setelah makan, baru pergi tidur.

Saran ini bukan tanpa alasan. Makanan perlu dicerna di lambung lalu berpindah ke usus halus. Jika tidak ada jeda, ada bahaya berbaring setelah makan yang patut kamu waspadai.

Dikutip dari CNN Indonesia (12/1) berikut 5 bahaya gegoleran setelah makan, dirangkum dari berbagai sumber.

1. Penyakit asam lambung (GERD)

Posisi berbaring bisa membuat makanan yang dicerna di perut bisa naik. Tak hanya makanan tapi juga asam lambung yang akan naik.

Dilansir Livestrong, biasanya kondisi ini disebut GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam.
GERD bakal menimbulkan heartburn atau sensasi seperti terbakar di tengah dada dan di tulang belakang. Saat pencernaan bermasalah, tentu ini bakal mengganggu tidur.

2. Mimpi buruk

Apa kamu kerap mengalami mimpi buruk? Rupanya mimpi buruk bisa timbul karena Anda buru-buru tidur setelah makan. Mengutip dari laman Sleep, makan sebelum tidur bisa meningkatkan metabolisme.

Akibatnya, otak jadi lebih aktif dan berisiko menimbulkan mimpi buruk. Kenali waktu makan dan waktu tidur Anda. Jika terus terjadi mimpi buruk, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan apapun sebelum tidur atau hindari makanan berat dan porsi besar.

Khasiat Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Turunkan Berat BadanBahaya gegoleran setelah makan. Foto: Getty Images/SolStock

3. Kenaikan berat badan

"Makan kenyang tepat sebelum tidur bisa berbahaya, karena bisa mengakibatkan heartburn, kenaikan berat badan dan bisa mengganggu tidur," ujar ahli gizi Amy Saphiro, dikutipdari Who What Wear.

Saphiro memberikan catatan soal apa yang sebaiknya kamu makan dan tentang waktu makan. Jika kamu makan berat sebelum tidur, ini bisa menaikkan berat badan dan mempengaruhi kesehatan jantung.

Sebaiknya pilih makanan dengan porsi kecil, makanan rendah kalori sehingga gula darah stabil. Dia pun menyarankan untuk mengonsumsi protein, buah segar, sayuran, segenggam kacang atau sajian biji-bijian utuh.

4. Susah tidur

Dikutip dari Mayo Clinic, berbaring setelah makan justru akan membuat Anda susah tidur. Apalagi jika yang dikonsumsi makanan berlemak.

Daripada menjemput bahaya tidur setelah makan, lebih baik kamu menghindari makanan dengan porsi besar dan tinggi lemak.
Selain itu, hindari kafein dan alkohol karena keduanya bisa menginterupsi tidur. Alkohol memang membuat kamu cepat tertidur tetapi bakal kerap terbangun dan tidak nyenyak.

5. Stroke

Stroke bisa jadi bahaya berbaring setelah makan yang bisa mengintai Anda. Menurut sebuah studi yang diinisiasi University of Ioannina Medical School, Yunani menemukan tidur setelah makan bisa meningkatkan risiko stroke.

Dikutip dari laman Sleep, orang-orang yang memberikan jeda lama untuk tidur setelah makan cenderung tidak terkena stroke. Kendati demikian, studi ini masih menyisakan catatan keterbatasan. Dari 500 partisipan, setengahnya memiliki riwayat keluarga dengan stroke.



Simak Video "Bikin Laper: Pedas Manis Tteokbokki Skewer untuk Menu Berbuka"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com