Diet untuk Ibu Hamil yang Alami Kegemukan

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 12 Jan 2021 10:00 WIB
pregnant young woman Foto: iStock
Jakarta -

Saat hamil, penting bagi Bunda makan cukup supaya memberi nutrisi yang dibutuhkan janin untuk tumbuh. Kebanyakan dokter mendorong wanita untuk menambah sedikit berat badan selama kehamilan, tetapi apa yang harus Bunda lakukan saat berat badan sudah obesitas?

Wanita obesitas memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi kehamilan seperti preeklamsia dan diabetes gestasional. Nantinya bayi juga akan berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur dan cacat lahir tertentu.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan bahwa wanita gemuk yang ditawari konseling diet dan olahraga selama kehamilan memiliki hasil yang lebih baik bagi ibu dan bayinya.

Para wanita tersebut menerima informasi tentang makanan dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki.

Studi tersebut menemukan bahwa dengan intervensi ini, terutama perubahan pola makan ditemukan penurunan risiko preeklamsia sebanyak 33 persen dan 61 persen penurunan risiko diabetes gestasional.

Selain itu, makan dengan sehat juga mengurangi risiko hipertensi gestasional dan kelahiran prematur.

Sebelum melakukan diet untuk ibu hamil, sebaiknya Bunda konsultasikan dulu ke dokter. Nantinya dokter akan memberikan saran atau merujuk ke ahli diet untuk memandu menu makanan sehat dan olahraga selama kehamilan.

Berikut beberapa tips diet untuk ibu hamil agar tak kegemukan:

1. Mulailah perlahan


Bunda harus memulai olahraga baru secara perlahan dan membangunnya secara bertahap seiring waktu. Mulailah dengan hanya lima atau 10 menit latihan setiap hari. Tambahkan lima menit lagi minggu depan.

Tujuan akhirnya adalah tetap aktif sekitar 30 hingga 45 menit setiap hari. Berjalan dan berenang adalah pilihan yang baik.

2. Buat jurnal


Jurnal makanan adalah cara yang bagus untuk memastikan Bunda mendapatkan nutrisi yang cukup dan minum cukup setiap hari. Bunda dapat menentukan apakah makanan Bunda mengandung terlalu banyak gula atau natrium atau apakah kekurangan nutrisi penting tertentu.

Jurnal makanan ini menjadi cara terbaik untuk merencanakan jadwal latihan dan membuat rutinitas yang sesuai.

Covid-19: Mungkinkah ibu hamil dan menyusui mendapatkan vaksinasi virus corona ?Covid-19: Mungkinkah ibu hamil dan menyusui mendapatkan vaksinasi virus corona ? Foto: BBC Magazine

3. Hindari konsumsi kalori kosong


Selama kehamilan, makan dan minum dalam jumlah sedang atau hentikan sama sekali. Ini makanan yang perlu dihindari: makanan cepat saji, gorengan, soda, kue kering dan juga permen.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa perubahan pola makan sehat lebih efektif daripada olahraga saja dalam membantu wanita mengurangi penambahan berat badan dan meningkatkan hasil yang baik untuk bayi.

Young beautiful pregnant woman preparing healthy meal with fruites and vegetablesYoung beautiful pregnant woman preparing healthy meal with fruites and vegetables Foto: iStock

4. Ikuti diet seimbang


Saat kehamilan sebaiknya jangan mengikuti tren penurunan berat badan dengan jenis diet tertentu. Ikuti pola makan seimbang yang di dalamnya telah berisi karbohidrat, protein, lemak dan juga serat serta vitamin.

5. Konsumsi suplemen prenatal


Meskipun pola makan sehat dan seimbang mengandung sebagian besar vitamin dan mineral yang diperlukan untuk Bunda dan calon bayi. Mengonsumsi suplemen prenatal dapat membantu mengisi kekosongan.

Vitamin prenatal berbeda dengan multivitamin dewasa. Karena mereka mengandung lebih banyak asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf dan lebih banyak zat besi untuk membantu mencegah anemia.

Itulah diet untuk ibu hamil agar tak kegemukan dan dapat melahirkan bayi sehat secara optimal.





Simak Video "Bahaya Kebanyakan Konsumsi Makanan Manis"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)