Bahaya dan Efek Samping Garam Himalaya, Begini Kata Peneliti

Diah Afrilian - detikFood Selasa, 08 Des 2020 08:00 WIB
fakta menarik racikan air garam himalaya Foto: iStock
Jakarta -

Garam himalaya identik sebagai garam sehat. Faktanya, ada bahaya dan efek samping garam himalaya yang diungkap peneliti terkait kandungan timbal yang tinggi.

Penggunaan garam seolah tak bisa lepas dari berbagai hidangan. Cita rasa suatu masakan seperti belum lengkap jika tidak ditambahkan garam di dalamnya.

Bisa dibilang garam menjadi bumbu utama dalam memasak. Semua jenis masakan, mulai dari asin hingga hidangan penutup yang memiliki rasa manispun, menggunakan campuran garam di dalamnya.

Selain garam dapur, ada garam himalaya yang kerap jadi pilihan. Garam ini jadi favorit pelaku hidup sehat karena diklaim sebagai garam yang lebih menyehatkan dibanding jenis garam lainnya.

Garam himalaya kerap digunakan sebagai pengganti garam biasa dalam diet sehat. Tapi apakah benar garam himalaya benar-benar lebih baik untuk tubuh?

Baca Juga: Ini Rumitnya Pembuatan Himalayan Pink Salt, Garam Cantik yang Mahal

Fakta Kandungan Nutrisi Garam Himalaya

fakta menarik racikan air garam himalayaFoto: iStock

Garam himalaya diketahui dapat membuat tidur nyenyak, mencegah penuaan, hingga meningkatkan libido. Garam himalaya juga dipercaya mengandung mikronutrien yang lebih banyak dibanding garam putih biasa.

Dilansir dari Body and Soul (11/11), penelitian baru di Australia menemukan beberapa fakta mengejutkan tentang bahaya dan efek samping garam himalaya. Salah satunya terkait nutrisi dan kandungan yang ada di dalamnya.

Studi ini meneliti beberapa merek garam himalaya yang tersedia di supermarket Australia. Para peneliti menemukan bahwa beberapa nutrisi bermanfaat ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi dalam garam himalaya dibandingkan dengan garam putih biasa.

Sayangnya di sisi lain, ditemukan berbagai senyawa yang berpotensi berbahaya dalam garam himalaya. Aluminium, silikon, dan belerang adalah beberapa senyawa yang ditemukan dalam sampel garam himalaya.

Kandungan timbal dalam garam himalaya menjadi temuan yang paling mengejutkan. Salah satu merek garam himalaya bahkan mengandung lebih dari 100 kali kandungan timbal yang melebihi tingkat aman yang ditetapkan oleh Food Standards Australia dan Selandia Baru.

Soal konsumsi garam, faktanya sebagian besar dari makanan kita mengandung terlalu banyak garam. Natrium memang dibutuhkan agar tubuh berfungsi dengan baik tetapi kita bisa mendapatkan asupan natrium yang cukup dari makanan pokok. Misalnya dari susu, makanan laut, roti dan jenis makanan lainnya.

fakta menarik racikan air garam himalayaFoto: iStock

Untuk mengakalinya, berikut 10 langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi garam:

1. Gunakan bumbu segar dan rempah-rempah untuk marinasi bahan makanan dibanding dengan menggunakan garam.
2. Ganti bumbu pelengkap dengan penggunaan cabai dan bawang putih.
3. Buat saus sendiri di rumah dan simpan pada wadah tertutup.
4. Gunakan kaldu alami untuk hidangan seperti sup dan rebusan.
5. Pilihlah buah segar atau olahan susu dan yogurt dibanding keripik dan camilan cepat saji lainnya.
6. Pilih produk makanan dengan sedikit garam atau bahkan tanpa garam.
7. Kreasikan dan buat makanan di rumah.
8. Tiriskan dan bilas makanan kaleng sebelum digunakan untuk diolah.
9. Ganti daging olahan seperti sosis atau daging asap dengan daging-dagingan segar.
10. Untuk memarinasi bahan makanan protein, bisa dengan menggantinya menggunakan jeruk nipis.

Baca Juga: Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Garam

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com