Cara Minum Madu yang Benar agar Manfaatkan Maksimal

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 02 Des 2020 08:00 WIB
Racikan Jahe dan Madu Foto: iStock
Jakarta -

Madu adalah zat manis seperti sirup yang dihasilkan lebah dari nektar tanaman berbunga. Lebah mengumpulkan nektar dan kemudian memakan, mencerna dan memuntahkannya di dalam sarang untuk menghasilkan madu.

Madu disimpan dalam struktur lilin yang disebut sarang lebih yang dikumpulkan oleh manusia melalui praktik peternakan lebah.

Banyak jenis madu yang tersedia, berbeda berdasarkan sumber tanaman, metode ekstraksi dan apakah mentah atau sudah dipasteurisasi.

Jenis madu yang umum ialah clover honey. avocado honey, eucalyptus honey, alfalfa honey hingga sage honey.

Dikutip dalam Medical News Today, satu sendok makan (21 gram) madu biasanya memiliki 64 kalori dan 17 gram karbohidrat dengan sedikit atau tanpa lemak, serat dan protein.

Cara minum madu yang benar agar manfaatnya bisa maksimal:

1. Jangan dicampur dengan air panas

Beberapa orang sering kali mencampurkan madu dengan air panas. Hal ini diyakini dapat menjaga kesegaran tubuh dan membantu proses detoksifikasi.

Anda bisa mencampurkan madu dengan air hangat maksimal dengan suhu 60 derajat celcius. Lebih dari itu, suhu panas dapat merusak komposisi nutrisi pada madu.

2. Konsumsi madu sebelum tidur

Madu berkualitas tinggi kaya akan beberapa antioksidan penting seperti asam fenolik dan flavonoid yang dapat mendukung kesehatan yang lebih baik.

Madu juga dapat membantu meredakan batuk atau sakit tenggorokan siang dan malam. Minum madu dengan air hangat sebelum tidur dapat membantu meredakan batuk di malam hari.

Menambahkan madu dalam teh chamomile hangat juga dapat membantu Anda tidur dengan nyenyak.

3. Perhatikan dosis

Madu dapat mengatasi berbagai penyakit. Selain itu kandungan vitamin dan mineral pada madu membuat zat ini bisa bantu atasi melemahnya sistem imun. Sebaiknya konsumsi madu minimal satu sendok teh sekali minum dan jumlahnya 2-3 kali sehari.

4. Minum madu setelah makan

Pendakwah dan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK UNDIP) dr Zaidul Akbar, menyatakan madu merupakan prebiotik atau enzim, termasuk buah-buahan dan sayuran.

Madu juga dapat memerangi infeksi. Pada tahun 2010, para ilmuwan dari Academic Medical Center di University of Amsterdam melaporkan dalam FASEB Journal bahwa kemampuan madu untuk membunuh bakteri terletak pada protein yang disebut defensin-1.

Sebuah studi yang lebih baru di European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Disease menunjukkan bahwa jenis madu tertentu yang disebut madu Manuka dapat membantu mencegah bakteri Clostridium difficile untuk menetap di dalam tubuh. C.difficile dikenal menyebabkan diare dan penyakit parah.

5. Tidak boleh untuk anak di bawah 1 tahun

Badan standar makanan (Food Standards Agency) Amerika Serikat merekomendasikan sebaiknya memberikan madu setelah bayi berusia di atas 1 tahun, karena pada usia tersebut sistem p.

encernaannya sudah cukup matang untuk tidak membiarkan bakteri tersebut tumbuh di dalam tubuh.

Saat usianya masih di bawah 1 tahun sistem pencernaannya belum matang sehingga rentan terhadap keracunan botulisme dari makanan.

Spora botulinum secara luas ditemukan pada beberapa pemanis lain seperti sirup mapel dan sirup jagung, namun memang lebih cenderung berada di dalam madu.

Itulah beberapa cara minum madu yang benar agar penyerapan di dalam tubuh bisa lebih efektif.



Simak Video "Mencicipi Lezat dan Manisnya Madu Hutan Sumbawa, Tambora, Nusa Tenggara Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)