Si Kecil Hanya Mau Makan Telur Saja, Apakah Nutrisinya Cukup?

Tim Detikfood - detikFood Senin, 30 Nov 2020 06:30 WIB
a child in a t-shirt in the kitchen eating an omelet, a fork Foto: iStock
Jakarta -

Kebutuhan nutrisi harian anak dipenuhi lewat asupan makanan. Lalu bagaimana jika anak hanya mau makan telur saja? Apakah nutrisinya tercukupi?

Anak juga harus mendapatkan asupan gizi seimbang tiap hari. Terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin atau serat. Hal ini untuk mendukung tumbuh kembangnya agar optimal.

Sayangnya, beberapa anak mengalami kesulitan untuk makan. Tak sedikit anak yang memilih untuk makan satu jenis makanan saja, seperti hanya mau makan telur.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A, pada dasarnya telur memiliki nilai gizi yang baik untuk si kecil. Telur mengandung kolin yang penting untuk pertumbuhan anak.

"Telur merupakan salah satu sumber protein hewani dengan asam amino esensial yang diperlukan anak. Telur juga mengandung vitamin A, vitamin B12, zinc, riboflavin dan zat besi," kata Meta belum lama ini.

Free range chicken on an organic farm in Austria; Freilandhühner auf einem Bauernhof in OberösterreichSi Kecil Hanya Mau Makan Telur Saja. Foto: Getty Images/iStockphoto/Leonsbox

Lalu bagaimana nutrisi anak yang hanya mau makan telur saja? Apakah kandungan kolesterol dalam telur bisa mempengaruhi kesehatan anak?

Menurut Meta, kolesterol yang terkandung dalam telur hampir tidak memiliki efek pada kadar kolesterol dalam darah. Meski begitu, anak yang hanya mau makan telur tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Jika anak hanya mengonsumsi satu jenis makanan saja seperti telur, pasti tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Jadi gizinya tidak akan seimbang.

Perlu diberikan makanan dengan beragam rasa, tekstur, dan jenis untuk anak. Selain telur, banyak jenis protein hewani yang bisa diberikan untuk anak.

"Perlu dicatat, prinsip pemberian makanan untuk anak adalah berikan gizi seimbang dengan beragam rasa, tekstur dan jenis makanan yang bervariasi," ujar Meta.

"Protein hewani kan ada banyak, ikan, ayam, daging sapi, bebek, dan lainnya. Selalu variasikan sumber makanan anak, bukan hanya satu itu-itu saja, apalagi sampai berbulan-bulan. Harus ada sumber karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral juga," sambungnya.

Baca artikel selengkapnya DI SINI!



Simak Video "Telur Asin Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)