Apakah Sushi Benar-benar Sehat? Ini 7 Fakta Nutrisinya

Milla Kurniaputri - detikFood Selasa, 10 Sep 2019 11:00 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta - Terbuat dari nasi dan ikan sebagai bahan utama, sushi merupakan menu Jepang populer. Sushi kerap diklaim menyehatkan, benarkah?

Sushi adalah hidangan Jepang yang terdiri dari nasi, umumnya ikan mentah, dan beberapa sayuran. Paduan karbohidrat, protein, dan serat di dalamnya membuat sushi sering digolongkan sebagai makanan sehat. Tapi benarkah hal ini? Times of India (10/9) merangkum fakta nutrisi soal sushi yang perlu Anda tahu.


Apakah Sushi Benar-benar Sehat? Ini 7 Fakta NutrisinyaFoto: iStock

1. Beras

Bahan utama sushi adalah nasi dari beras yang sudah diolah sehingga sebagian besar nutrisinya sudah hilang. Konsumsi karbohirat olahan tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko peradangan, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, nasi sushi sering diolah bersama gula yang berarti karbohidrat akan dipecah dengan cepat dalam sistem pencernaan.

2. Ikan

Banyak varian ikan digunakan sebagai bahan sushi. Jenis yang paling umum adalah tuna dan salmon. Ikan adalah sumber protein dan yodium yang sangat baik, kemudian ikan juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Tuna dan salmon adalah dua dari sedikit makanan yang secara alami mengandung vitamin D, dan keduanya tinggi lemak omega-3 yang dapat membantu Anda dalam memerangi kondisi seperti penyakit jantung dan stroke.

Apakah Sushi Benar-benar Sehat? Ini 7 Fakta NutrisinyaFoto: iStock

3. Wasabi

Tak lengkap jika Anda makan sushi tidak menggunakan wasabi. Wasabi yang memiliki rasa pedas ini ternyata kaya akan mineral seperti glukosinolat, karoten, dan isotiosianat. Senyawa ini dapat melawan peradangan dan kanker. Namun, karena tanaman wasabi langka, banyak sushi disajikan dengan pengganti wasabi seperti lobak, bubuk mustard, atau pewarna hijau, yang artinya tidak ada kandungannya dari pengganti wasabi tersebut. Anda bisa mendapat manfaat sehat dari wasabi jika memakan wasabi asli.

4. Beberapa topping

Makanan pelengkap atau topping paling populer yang mengisi sushi adalah alpukat dan jamur. Tentu semua orang tahu bahwa alpukat mengandung banyak nutrisi. Alpukat kaya akan folat dan vitamin K, C, dan B. Alpukat juga kaya kalium dan lemak tak jenuh tunggal yang ramah jantung. Sedangkan untuk jamur, jamur dapat membantu dalam memerangi penyakit dengan meningkatkan kekebalan tubuh dan juga mengandung vitamin B dan D.

Apakah Sushi Benar-benar Sehat? Ini 7 Fakta NutrisinyaFoto: Istimewa

5. Kecap asin

Perlu diingat, Anda perlu mengurangi penggunaan kecap asin jika ingin mendapatkan nutrisi dari makan sushi. Meskipun kecap terbuat dari kedelai, kacang-kacangan yang sehat dan bergizi tinggi. Namun, saus kedelai mengandung sodium. Satu sendok makan kecap asin mengandung lebih dari 1000 miligram sodium. Ini menyebabkan tekanan darah tinggi dan kembung. Jadi sebaiknya Anda mengurangi kecap asin saat konsumsi sushi.

6. Rumput laut

Selain berbahan nasi, sushi juga dibungkus nori yang merupakan sejenis rumput laut. Nori mengandung banyak nutrisi dalam bentuk fosfor, zat besi, natrium, yodium, kalsium, magnesium, tiamin, vitamin A, C, dan E. Bukan hanya itu, nori juga mengandung sedikit protein, sehingga dapat menjadikannya sumber yang kaya makronutrien.

Apakah Sushi Benar-benar Sehat? Ini 7 Fakta NutrisinyaFoto: Thinkstock

7. Fakta makan sushi
Meskipun sushi mengandung banyak nutrisi, Anda juga perlu memperhatikan porsi sushi dimakan. Terlebih jika Anda memilih sushi yang disajikan dengan topping gorengan, banyak mayonnaise, atau saus keju. Hal ini malah membuat sushi jadi tidak sehat sama sekali.

Kalau mau makan sushi, pilih yang toppingnya berbahan alami. Misal nigiri dengan sashimi salmon atau tuna. Kemudian hindari memakai banyak kecap asin. Usahakan juga memilih restoran sushi autentik yang memakai wasabi asli sebagai pelengkap menu sushi. Lebih baik lagi jika restoran bisa mengganti nasi putih pada sushi menggunakan nasi cokelat.





Simak Video "Ke Labuan Bajo, Jangan Lupa Nikmati Fusion Sushi Enak"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com