Junk Food Akibatkan Anak-anak di Nepal Alami Stunting

Riska Fitria - detikFood Kamis, 25 Jul 2019 13:02 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Terlalu sering mengonsumsi junk food berdampak buruk pada pertumbuhan anak. Seperti pada anak-anak asal Nepal ini mengalami stunting.

Stunting diartikan sebagai tinggi badan seseorang yang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan semestinya pada usianya. Stunting biasa terjadi pada anak yang kekurangan gizi sejak dalam kandungan hingga anak lahir.

Salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak adalah terlalu sering konsumsi junk food. Hal ini telah terjadi di Nepal.
Junk Food Akibatkan Anak-anak di Nepal Alami StuntingFoto: Istimewa

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journal of Nutrition disebutkan bayi di Kathmandu, Nepal mendapat asupan kalori sebanyak 25% dari junk food. Namun, yang terjadi pada bayi tersebut bukan menjadi gemuk, justru bertubuh lebih pendek dari usia semestinya.

Padahal sebelumnya, Nepal telah berhasil mengurangi angka stunting pada beberapa tahun terakhir, dari yang semula 57% di tahun 1996 menjadi 36% di tahu 2016, seperti yang dilansir dari Nepali Times (22/7).

Meskipun begitu Nepal masih belum berhasil menurunkan angka stunting yang sudah ditargetkan oleh World Health Assembly, majelis kesehatan dunia. Dari
Junk Food Akibatkan Anak-anak di Nepal Alami StuntingFoto: Istimewa
sebesar 24% hingga 15% pada tahun 2025.

Baca Juga : Kurangnya Asupan Gizi pada Anak Dapat Tingkatkan Risiko Stunting

Stunting pada anak harus segera dicegah karena bisa berakibat pada gangguan perkembangan otak. Karena dapat meningkatkan risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi, seperti diabetes, hipertensi dan obesitas.

Hal tersebut disebutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Helen Keller International. Menurutnya pola makan yang baik dapat mengurangi stunting pada masa anak-anak.

Lebih lanjut Helen Keller juga mencatat bahwa hasil temuan mereka tidak membuktikan hubungan langsung antara makanan junk food dan pertumbuhan anak-anak, tetapi lebih ke menyajikan jalur biologis yang masuk akal.
Junk Food Akibatkan Anak-anak di Nepal Alami StuntingFoto: Istimewa

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati lebih dari 700 anak di Kathmandu yang berusia 12 hingga 23 bulan. Mereka dikelompokkan berdasarkan konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat.

Dari pengamatan tersebut ditemukan bahwa sebanyak 46,9% kalori mereka diperoleh dari junk food. Sedangkan yang sedikit makan junk food hanya ditemukan kalori sekitar 5,2%.
Junk Food Akibatkan Anak-anak di Nepal Alami StuntingFoto: Istimewa

Anak-anak yang makan junk food diyakini tidak memiliki tingkat asupan nutrisi yang memadai. Seperti kalsium, seng, vitamin A, tiamin, riboflavin, vitamin B-6, vitamin B-12, folat dan gizi mikro.

Selain itu, studi ini juga mengungkapkan dampak jangka panjang dari makan junk food, yaitu risiko obesitas pada orang dewasa. Hal tersebut lantaran junk food mengandung jumlah gula dan natrium yang tinggi sehingga membuat junk food secara keseluruhan dikatakan tidak sehat.

Baca Juga : Cegah Makan Junk Food dengan Cium Aromanya Selama 2 Menit

Simak Video "Lezat Menggoda Nasi Uduk Pulen Dipadu dengan Cumi Pedas"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)