Jika Dikonsumsi Rutin Brokoli Bisa Bantu Pengobatan Skizofrenia

Milla Kurniaputri - detikFood Rabu, 15 Mei 2019 06:53 WIB
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Punya banyak manfaat kesehatan, brokoli sudah lama dikenal dapat mencegah kanker. Dan kini studi menyebutkan brokoli dapat membantu penderita skizofrenia.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku.

Kondisi yang biasanya berlangsung lama ini sering diartikan sebagai gangguan mental, mengingat sulitnya penderita membedakan antara kenyataan dengan pikirannya sendiri.

Dikutip dalam Fox News (13/05), peneliti Johns Hopkins Medicine mengatakan senyawa yang berasal dari brokoli dapat membantu menyesuaikan ketidakseimbangan kimiawi di otak yang terkait dengan skizofrenia.

Konsumsi Brokoli Bisa Bantu Pengobatan SkizofreniaFoto: iStock

Kandungan sulforaphane kimiawi yang tinggi dari brokoli, berpotensi dapat digunakan sebagai obat alternatif antipsikotik. Obat antipsikotik ini efek sampingnya seringkali menyakitkan dan berbahaya, namun brokoli tidak memiliki efek samping.

Baca Juga: Brokoli Lebih Berkhasiat dengan Tambahan Senyawa Phenolics

"Ada kemungkinan, di masa yang akan datang dapat menunjukkan sulforaphane menjadi suplemen yang aman untuk skizofrenia sebagai cara untuk mencegah, menunda atau menghentikan timbulnya gejala," kata Akira Sawa, direktur dari Johns Hopkins Schizophrenia Center.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Januari di jurnal JAMA Psychiatry, para peneliti meriset 81 orang yang baru-baru ini menderita psikosis pertama mereka. Rata-rata, pasien itu memiliki 4 persen lebih sedikit bahan kimia glutamat di daerah tertentu pada otak, dibandingkan dengan orang yang sehat.

Untuk studi terpisah yang diterbitkan pada bulan April di Molecular Neuropsychiatry, para peneliti menemukan bahwa dengan mengambil dua kapsul sulforaphane yang diekstraksi setiap hari selama seminggu dapat meningkatkan rata-rata tingkat glutathione dari manusia sekitar 30 persen.

Secara signifikan, para relawan melaporkan hanya mengalami efek samping ringan seperti rasa ingin buang gas dan beberapa gangguan perut dan peningkatan risiko kardiovaskulas yang terkait dengan pengobatan skizofrenia saat ini.

Para ilmuwan terdorong dengan temuan tersebut dan mengatakan diperlukan lebih banyak lagi penelitian lagi.

"Untuk orang-orang yang memiliki penyakit jantung, kita tahu bahwa perubahan dalam diet dan olahraga dapat membantu mencegah penyakit tersebut. Namun belum ada hal sepperti itu untuk penyakit gangguan mental yang parah," ujar Thomas Sedlak, direktur Johns Hopkins' Schizophrenia and Psychosis Consult Clinic.

"Kami berharap bahwa suatu hari nanti dapat membuat sesuatu yang bisa mencegah beberapa penyakit mental sampai batas tertentu," pungkasnya.

Baca Juga: Redam Rasa Kecewa dan Sedih dengan Konsumsi 10 Makanan Enak Ini (lus/lus)