Jangan Lupa Sarapan! Tak Sarapan Berisiko Tinggi Kena Penyakit Jantung

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 25 Apr 2019 06:06 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Banyak pakar kesehatan sudah mengingatkan pentingnya rutin sarapan. Yang terbaru peneliti menemukan kaitan sarapan dengan penyakit jantung.

Ritual makan di pagi hari sering diabaikan banyak orang, padahal kebiasaan ini penting untuk mendapat pasokan energi yang cukup hingga mencegah seseorang makan berlebih nantinya. Peneliti pun terus melakukan berbagai studi untuk mengungkap manfaat sarapan.

CNN (24/4) melaporkan, studi terbaru dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkap mereka yang tidak sarapan berisiko lebih tinggi alami penyakit jantung terutama stroke yang picu kematian. Studi ini mempelajari berbagai kriteria partisipan penelitian seperti umur, jenis kelamin, ras, status sosial ekonomi, gaya hidup, dan beberapa hal lainnya.

Jangan Lupa Sarapan! Peneliti Sebut Bahaya Penyakit Jantung Kalau Tak SarapanFoto: iStock

Risiko kematian seseorang akibat penyakit jantung karena tak sarapan bahkan mencapai 87% dibanding mereka yang rutin sarapan. "Sarapan secara tradisional diyakini sebagai makanan terpenting harian, tetapi tidak ada banyak data yang tersedia untuk mengatakan 'ya' atau 'tidak' untuk hal ini. Temuan ini adalah salah satu bukti untuk mendukung manfaat jangka panjang terkait sarapan," tutur Dr. Wei Bao dari University of Iowa selaku penulis senior studi ini.

Baca Juga: Sering Tidak Sarapan Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Menurut Dr. Bao melewatkan sarapan terkait dengan peningkatan faktor risiko penyakit jantung seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan lemak. Ia melanjutkan, "Penelitian kami sejalan dan didukung penelitian sebelumnya yang secara konsisten menunjukkan bahwa melewatkan sarapan terkait dengan peningkatan faktor risiko yang besar untuk kematian akibat penyakit jantung."

Jangan Lupa Sarapan! Peneliti Sebut Bahaya Penyakit Jantung Kalau Tak SarapanFoto: iStock

Penelitian Dr. Bao melibatkan data dari tahun 1988 sampai 1994 pada 6.550 orang dewasa di Amerika Serikat berusia 40 sampai 75 tahun. Mereka melaporkan seberapa sering sarapan pada National Health and Nutrition Examination Survey.

Pengolahan data menunjukkan 5.1% partisipan mengaku tidak pernah sarapan, 10.9% jarang, 24% kadang-kadang, dan 59% sarapan setiap hari. Dibanding mereka yang rajin sarapan, partisipan yang tidak pernah sarapan memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung yang lebih tinggi.

Meski begitu, penelitian ini punya keterbatasan seperti data yang tidak mencakup informasi jenis makanan dan minuman yang dipilih partisipan untuk sarapan. Begitu juga dengan pola konsumsi sarapan partisipan yang mungkin berubah di tahun 1994.

Jangan Lupa Sarapan! Peneliti Sebut Bahaya Penyakit Jantung Kalau Tak SarapanFoto: iStock

World Health Organization (WHO) menyatakan penyakit jantung terutama stroke menjadi penyebab utama kematian di dunia. Jumlahnya mencapai 15.2 juta kasus kematian di tahun 2016.

Selain penyakit jantung, melewatkan sarapan juga disebut bisa meningkatkan risiko obesitas, kenaikkan kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga sindrom metabolik. Karenanya banyak pakar kesehatan menyarankan orang-orang untuk sarapan setiap hari.

Baca Juga: Banyak Orang Indonesia Malas Sarapan, Sarapan Gorengan dan Makanan Berlemak (adr/odi)