Dukung Gaya Hidup Sehat, Pemerintah Singapura Akan Atur Soal Minuman Kemasan Tinggi Gula

Dewi Anggraini - detikFood Sabtu, 08 Des 2018 15:50 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Singapura akan jadi negara pertama yang melarang penjualan minuman dengan kandungan gula tinggi. Baik berupa jus kemasan hingga minuman bersoda.

Dilansir dari Straits Times (5/12), hal tersebut terungkap lantaran Departemen Kesehatan Singapura tengah menggodok peraturan terkait hal tersebut.

Kementerian Kesehatan bersama dengan Dewan Promosi Kesehatan Singapura tengah menggarap sejumlah strategi untuk membatasi konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi agar para warga terhindar dari beberapa masalah kesehatan yang diakibatkan oleh minuman tersebut. Sebab terlalu banyak mengonsumsi minuman kadar gula tinggi sebabkan diabetes hingga obesitas.

Dukung Gaya Hidup Sehat, Pemerintah Singapura Akan Atur Soal Minuman Kemasan Tinggi GulaFoto: Istimewa

Minuman mengandung gula dalam kategori menengah hingga tinggi ialah minuman yang yang terbuat lebih dari 4 sendok teh gula per porsinya. Menurut Departemen Kesehatan, warga Singapura rata-rata mengonsumsi 12 sendok teh gula per hari. Setengah dari total komsumsi gula tersebut berasal dari minuman yang mereka konsumsi.


Karenanya, dua badan tersebut baru-baru ini mengusulkan beberapa peraturan baru untuk mengatasi gaya hidup tak sehat itu. Ada empat peraturan baru yang mereka usulkan dan keempatnya masih menunggu timbal balik dari warga Singapura. Empat usulan itu antara lain:

1. Memberlakukan larangan total pada minuman kemasan tinggi gula

2. Menetapkan pajak tunggal atau berjenjang pada minuman mengandung gula tinggi

3. Label yang menjelaskan kandungan nutrisi minuman wajib ada di bagian depan kemasan

4. Melarang iklan minuman mengandung gula tinggi di semua platform seperti media sosial hingga iklan di transportasi umum

Dukung Gaya Hidup Sehat, Pemerintah Singapura Akan Atur Soal Minuman Kemasan Tinggi GulaFoto: Istimewa

Sebelumnya, pemerintah Singapura sudah mengambil langkah-langkah lain untuk mengurangi konsumsi minuman itu. Seperti penjualan minuman mengandung gula kategori medium ke tinggi tak diperbolehkan dijual di seluruh sekolah.



Negara tetangga lain yang menerapkan peraturan terkait jual beli minuman tinggi gula ialah Malaysia. Pemerintah Negeri Jiran menetapkan pajak sebesar 40 sen per liter minuman manis kemasan. Hal itu disebutkan oleh Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng dan akan berlaku pada 1 April 2019 lapor World of Buzz. Pajak itu dikenakan pada minuman yang mengandung lebih dari 5 gram gula per 10 ml serta pada jus yang mengandung lebih dari 12 gram per 100 ml.

Dukung Gaya Hidup Sehat, Pemerintah Singapura Akan Atur Soal Minuman Kemasan Tinggi GulaFoto: Istimewa

Dampak pengurangan konsumsi gula harian ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. World Health Organization menunjukkan bukti bahwa mengurangi asupan gula sebanyak 25 gram atau 6 sendok teh sehari mengurangi risiko terkena obesitas dan kerusakan gigi. Pihaknya juga berharap agar banyak negara yang menetapkan kebijakan untuk mengurangi konsumsi gula berlebih.

Baca juga:Penderita Diabetes Seringlah Makan Pare, Ini Alasannya (lus/odi)