Hati-hati! Diet Vegan Belum Tentu Sehat Jika Dijalani Tak Seimbang

Riska Fitria - detikFood Senin, 20 Agu 2018 16:25 WIB
Foto: Istock
Jakarta - Pola makan vegan sangat populer untuk penunjang hidup sehat. Ternyata diet vegan belum tentu sehat jika tidak dilakukan dengan seimbang.

Diet vegan adalah pola makan dengan mengonsumsi makanan yang berbasis nabati atau dari tumbuh-tumbuhan dan menghindari makanan olahan dari produk hewani. Banyak orang percaya dengan diet vegan akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Nyatanya, belum tentu. Dilansir dari Independent.co.uk (16/08) di Inggris diet vegan mengalami peningkatan sebesar 350% sejak tahun 2008.

Khawatir akan kehidupan hewan, ekosistem alam dan masalah kepercayaan menjadi alasan orang-orang menjadi vegetarian. Namun, diet vegan justru bisa membuat perubahan yang signifikan dalam tubuh .

Baca juga : Diet Vegan Efektif Turnkan Berat Badan Hingga 45 Kg dalam Sebulan?

Hati-hati! Diet Vegan Belum Tentu Sehat Jika Dijalani Tak SeimbangFoto: Istock

1. Dalam beberapa minggu pertama

Dengan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan, bisa meningkatkan kadar vitamin, mineral dan serat dalam tubuh. Namun, dengan tidak mengonsumsi produk hewani akan mengalami pergesaran fungsi pada usus baik menuju pola yang lebih teratur dan sehat atau justru sebaliknya. Tingginya kandungan serat yang dihasilkan dari makanan vegetarian membuat karbohidrat terfermentasi di usus secara simultan sehingga mengakibatkan usus besar menjadi iritasi.

Untuk itu, diet vegan harus dilakukan dengan seimbang dengan asupan lain. Meskipun belum terbukti, namun para ilmuwan percaya bahwa dengan keragaman asupan yang kita makanakan baik untuk bakteri di usus dan bermanfaat untuk seluruh sistem pencernaan. Seperti sebuah ekosistem akan lebih baik dengan adanya beragram spesies.

2. 3 - 6 bulan kemudian

Mengonsumsi olahan vegetarian bisa membantu menghilangkan jerawat di wajah. Namun, pada tahap ini, simpanan vitamin D dalam tubuh mulai menurun, karena vitamin ini hanya bisa betahan dalam tubuh selama 2 bulan. Sedangkan vitamin D banyak diperoleh dari produk makanan olahan hewan. Untungnya sinar matahari bisa memberikan vitamin D. Vitamin D juga penting untuk kesehatan tulang, gigi dan otot.

Selain itu rendahnya asupan garam dalam diet vegan, bisa mencegah penyakit jantung, stroke dan mengurangi risiko diabetes. Karena asupan nutrisi seperti zat besi, seng dan kalsium berkurang dalam pola diet vegan, tubuh kita menjadi lebih baik. Usus akan lebih mudah untuk menyerap.

Hati-hati! Diet Vegan Belum Tentu Sehat Jika Dijalani Tak SeimbangFoto: Istock
3. 6 tahun ke depan

Dalam tahap ini simpanan vitamin B12 dalam tubuh mulai habis. B12 sangat penting untuk fungsi darah dan sel saraf yang sehat. Sayangnya, vitamin ini hanya ada dalam makanan olahan hewan. Sesak napas, kelelahan, memori melemah dan kesemutan pada tangan dan kaki bisa terjadi karena kekurangam B12. Untuk itu disarankan mengonsumsi suplemen 3 kali sehari. Dalam beberapa tahun ke depan, tulang akan mengalami perubahan. Tulang adalah tempat menyimpan mineral hingga usia 30 tahun.

Setelahnya tubuh akan mengambil kalsium yang ada dalam tulang untuk digunakan dalam tubuh. Jika tidak menambah asupan kalsium dalam darah melalui makanan, tulang akan mengisi kekurangan tersebut, tapi tulang akan cepat rapuh dan risiko patah tulang pun tinggi. Sayur yang dipercaya mengandung kalsium adalah kale dan brokoli.

Untuk itu, diet vegan harus dilakukan dengan seimbang dan dilakukan dengan persiapan yang baik.

Baca juga : Ingin Menjalani Pola Diet Vegan? Pelajari Dulu Langkah Penting Ini! (1) (dwa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com