5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi Dipercaya

Dewi Anggraini - detikFood Kamis, 26 Apr 2018 18:50 WIB
Foto: Getty Omages Foto: Getty Omages
Jakarta - Seorang pakar kebugaran membeberkan fakta mencengangkan soal hal umum yang dipercaya menyehatkan dan menurunkan berat badan. Salah satunya soal karbohidrat.

Memiliki berat badan ideal jadi dambaan banyak orang. Banyak hal yang dilakukan untuk mendapatkannya. Salah satunya dengan mengikuti beberapa aturan atau pola makan yang dianggap menyehatkan. Namun lima aturan makan yang umum dipercaya ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Hal ini dibeberkan langsung oleh Jenifer Cohen, pakai kebugaran asal Amerika Serikat pada Forbes (24/4).

1. Sumber energi terbaik karbohidrat

5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi DipercayaFoto: iStock
Sudah jadi rahasia umum kalau karbohidrat dipercaya sebagai sumber energi terbaik bagi tubuh. Setelah Anda berolahraga atau melakukan beragam aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, karbohidrat dianggap ampuh mengembalikan energi tadi. Sereal, roti, tepung, nasi jadi pilihan utama.

Namun hal ini ternyata tidak seratus persen benar. Karena bahan makanan yang mudah menghasilkan energi di tubuh adalah lemak sehat atau lemak baik. Anda bisa mendapatkan lemak sehat pada beberapa buah dan biji-bijian. Seperti alpukat, kacang, salmon, dan minyak sehat seperti minyak zaitun. Semua bahan itu bisa membuat Anda kenyang lebih lama sekaligus meningkatkan kinerja otak.

Baca juga: Kesalahan Pola Makan Ini Juga Terjadi Pada Pelaku Hidup Sehat (2)

2. Pangkas kalori untuk turunkan berat badan

5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi DipercayaFoto: Instagram: @thefashionfitnessfoodie
Banyak orang yang mendambakan badan yang ramping. Umumnya, para pakar kesehatan menginstruksikan untuk menghitung kalori yang masuk ke dalam tubuh. Dengan kata lain menghitung lemak, protein, dan karbohidrat harian.

Padahal tubuh juga membutuhkan vitamin dan mineral. Karenanya, sebaiknya Anda mengonsumsi mikronutrien krusial seperti vitamin A, vitamin B, kalsium, kalium, besi, magnesium, dan natrium. Sehingga tidak hanya memikirkan jumlah kalori saja, melainkan kualitas makanan yang dikonsumsi. Gaya hidup sehat sebenarnya bisa turunkan berat badan. Ingat aturannya, perbanyak konsumsi makanan alami dibanding makanan olahan.

3. Bahan makanan organik dianggap lebih baik

5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi DipercayaFoto: Thinkstock
Ini saatnya menghilangkan kebiasaan mengecek label kemasan yang menyatakan bahan organik atau non organik. Karena makanan berlabel bebas lemak atau bebas gluten biasanya mengandung gula lebih banyak. Kalau tercantum label alami, tanpa bahan kimia hingga tanpa antibiotik berarti bahan makanan tersebut tidak diproses oleh perusahaan besar. Bisa dipastikan tidak masuk dalam pengawasan pemerintah.

Sebaiknya Anda membelinya langsung di pasar. Saat berbelanja di pasar pastikan Anda tahu soal makanan The Dirty Dozen. The Dirty Dozen merupakan 12 bahan yang punya kandungan pestisida tinggi. Bahan tersebut antara lain, strawberry, bayam, nektarin, apel, buah persik, pir, ceri, anggur, seledri, tomat, paprika, dan ubi manis.

4. Jenis pola makan

5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi DipercayaFoto: iStock
Apapun pola diet yang dipilih, Anda harus memadukannya dengan olahraga teratur. Baik mengikuti diet keto, paleo, atau lainnya. Karena tidak ada jalan pintas untuk mendapat tubuh ramping.

Anda hanya perlu menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur. Namun, pola makan sehat tiap orang berbeda. Butuh waktu dan upaya lebih untuk mencari tahu pola makan mana yang baik bagi tubuh Anda. Jika sudah menjalankan pola makan sehat, Anda bisa berolahraga 3-4 kali dalam seminggu. Ini bisa menjaga berat badan ideal.

5. Pola makan punya peran paling penting untuk kesehatan tubuh

5 Mitos Soal Makanan Ini Sebaiknya Tak Lagi DipercayaFoto: Getty Images
Pola makan dan aktivitas fisik lainnya memang bisa menyehatkan tubuh. Tapi bukan berarti keduanya bisa membuat Anda panjang umur. Seorang psikolog bernama Susan Pinker menjelaskan hal ini. Ia mengungkap kalau interaksi sosial justru dapat membuat orang panjang umur dibanding pola makan.

Baca juga: Terbaru! Pola Diet Angin Anda Tak Perlu Makan Apapun Kecuali Udara (dwa/adr)