Apa Diet Jus Itu Aman dan Membuat Tubuh Lebih Sehat?

Dewi Anggraini - detikFood Jumat, 05 Jan 2018 06:45 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Diet jus merupakan pilihan pola diet yang populer. Konon karena diet ini bisa membersihkan racun dalam tubuh juga melangsingkan. Benarkah?

Diet jus dikenal sebagai 'detoksifikasi' jus dan 'pembersih' yang populer dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi apakah pola diet ini aman bagi tubuh? Menurut thesun.co.uk (03/01) diet jus ialah diet yang hanya mengonsumsi campuran air, buah, dan sayuran. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan kulit sehat dan bercahaya, penurunan berat badan dan pikiran yang fokus.

Apa sebenarnya diet jus ini? Diet ini merupakan proses pembersihan tubuh dengan hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran untuk nutrisi. Tanpa mengonsumsi makanan padat atau camilan lainnya. Diet ini bisa dilakukan di mana saja mulai dari berhari-hari sampai dengan beberapa minggu. Beberapa orang hanya mengonsumsi cairan. Sementara yang lainnya menambahkan makanan padat seperti camilan atau makanan lengkap.

Foto: iStock

Jus buah dan sayuran merupakan cara cepat dan mudah menyajikan beberapa nutrisi berkualitas sebagai asupan. Banyak metode detoks yang membatasi konsumsi kalori dan membatasi asupan jumlah makanan 'tidak sehat'. Ada orang yang menghaluskan buah dan sayuran untuk diminum dan sebagian lainnya membeli jus siap minum dalam kemasan.

Baca Juga: Berat Badan Pria Ini Turun 15 Kg Dengan Makan es Krim Selama 100 Hari

Apakah diet jus aman? Banyak ahli gizi yang tidak merekomendasikan diet ini karena kandungan gula yang tinggi pada jus buah. Saat kadar gula darah tiba-tiba masuk aliran darah, tubuh memberikan reaksi dengan melepaskan insulin untuk mendorong sel-sel tubuh mengambil kandungan gula tadi.

Kandungan energi yang berlebih dapat membuat tubuh bereaksi cepat memanfaatkan gula lagi. Hal ini membuat Anda merasa lelah dan menyebabkan Anda ingin mengonsumsi makanan manis lagi.

Foto: Istimewa

Liz Applegate, direktur Nutrisi Olahraga di University of California, Amerika, menegaskan bahwa tubuh tidak memerlukan bantuan untuk menyingkirkan racun. Menurutnya pola diet ini rendah asupan proteinn. Padahal protein dibutuhkan untuk membangun sel sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Detoksifikasi dengan jus juga mengurangi asupan serat. Serat dibutuhkan untuk membuang sisa-sisa seperti hormon berlebihan dalam tubuh. Rasa lapar, sakit perut, murung, sakit kepala dan perubahan fungsi usus hanya sebagian efek samping dari diet jus ini.

Baca Juga: Mau Diet Dengan Benar, Ini Dia 5 Jenis Diet yang Paling Baik Diikuti (dwa/odi)