Jangan Sering-sering Makan Sendirian Jika Ingin Sehat dan Berumur Panjang

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Sabtu, 28 Okt 2017 07:17 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kalau ingin sehat dan berumur panjang sebaiknya jangan sering makan sendirian. Hal ini disarankan oleh para peneliti.

Di perkotaan dunia banyak orang selalu makan sendirian. Karenanya banyak juga bermunculan restoran khusus untuk mereka yang ingin makan sendirian. Mereka menyediakan meja hanya dengan satu kursi dan suasana tenang.

Banyak orang berpendapatan makan sendirian membuat orang lebih bisa berkonsentrasi pada makanan. Lebih tenang dan lebih nikmat. Tetapi penelitian terakhir punya bukti lain.

Baca Juga : Makan Sendirian di Restoran Kini Makin Disukai Orang di Dunia

Jangan Sering-sering Makan Sendirian Jika Ingin Sehat dan Berumur PanjangFoto: iStock

Tetapi riser terakhir yang dipublikasikan di journal Obesity Research & Clinical Practice menyebutkan hal berbeda, lapor the daily meal (27/10). Orang yang makan sendirian minimal dua kali tiap hair akan mudah mengalami syndrome metabolik Dibandingkan mereka yang makan bersama teman-teman.

Studi ini tidak menrinci apakah kucing dianggap sebagai teman makan. Sindrom metabolik merupaka istilah untuk sejumlah besar metabolik abnormal yang digolongkan sebagai risiko yang mengancam kondisi hidup. Mereka yang mengalami sindrom metabolik lebih mudah mengelami diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi dan bahkan berisiko kematian.

Studi ini meneliti 7.725 orang dewasa dengan usia di atas 19 tahun. Partisipan yang makan sendirian dua kali atau lebih tiap hari cenderung tidak bahagia, hidup sendiri dan jarang makan keluar dengan teman. Untuk wanita, risikonya tak terlalu buruk, pria lebih sulit menikmati makan sendirian.

Jangan Sering-sering Makan Sendirian Jika Ingin Sehat dan Berumur PanjangFoto: iStock

Pria yang makan sendirian memiliki risiko 45% lebih besar alami obesitas. Sementara 64% lebih besar risikonya terkena sindroma metabolik. Sementara wanita yang makan sendirian, 29% lebih tinggi risikonya akan sindrom metabolik. Tetapi saat peneliti memperhitungkan faktor lain seperti pendapatan dan gaya hidup, kenaikan tersebut dianggap tidak penting.

Tentu saja makan sendirian bukan satu-satunya faktor penentu orang alami sindrom metabolik. Peneliti juga menyebutkan faktor gaya hidup, termasuk stress, kestabilan emosi dan pola makan juga turut berperan. Jadi, masih mau makan sendirian?

Baca Juga : Ingin Makan Sendirian di Amsterdam Ada Restoran Khusus untuk Satu Orang (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com