Tanpa Disadari Ternyata Insomnia Bisa Sebabkan Berat Badan Naik

Sonia Permata - detikFood Jumat, 04 Nov 2016 16:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Anda terserang insomnia dan berat badan jadi naik? Ini karena orang jadi terpicu makan lebih banyak dan kurang sehat.

Tidak bisa tidur saat malam hari memang menganggu, apalagi jika harus bekerja esok harinya. Di saat seperti itu umumnya orang lapar dan terpicu makan banyak sebelum tidur.

Akibatnya berat badan bertambah dan bisa memicu penyakit diabetes, serangan jantung, hingga mempengaruhi pola dan kualitas tidur.

Tanpa Disadari Ternyata Insomnia Bisa Sebabkan Berat Badan NaikFoto: iStock


Tidak hanya itu, penyakit insomnia ini juga dapat memicu gaya makan tidak sehat yang menyebabkan kegemukan. Seperti diberitakan thedailymeal.com (03/11/16), sebuah penelitian baru-baru ini dikeluarkan oleh European Journal of Clinical Nutrition. Menegaskan bahwa kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan orang untuk mengonsumsi rata-rata 385 kalori lebih banyak dari biasanya pada hari berikutnya.

Hal ini dikarenakan tubuh mencoba untuk menebus kekurangan energi dari kurangnya waktu tidur. Akibatnya terpicu konsumsi lebih banyak kalori untuk energi sepanjang hari.

Penelitian ini mengumpulkan hasil dari 11 studi berbeda yang mengamati pola tidur dan kebiasaan makan dari 172 orang, usia dari 18 tahun sampai 50 tahun.

Para ilmuwan mengatakan, bahwa kurang tidur memiliki kaitan erat dengan kenaikan berat badan. Serta pola insomnia dikaitkan dengan obesitas. Objek penelitian yang kurang tidur juga konsumsi lebih banyak lemak dan lebih sedikit protein pada hari berikutnya.

Tanpa Disadari Ternyata Insomnia Bisa Sebabkan Berat Badan NaikFoto: iStock


"Penyebab utama obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pembakaran lemak. Studi ini menambah banyaknya bukti bahwa kurang tidur dapat berkontribusi pada keteidakseimbangan berat badan," kata Gerda Pot, dari King College London.

"Jadi mungkin ada benarnya bahwa tidur lebih awal dan bangun di pagi hari, akan membuat kita lebih sehat dan bijaksana." (msa/odi)