Studi: Konsumsi Minuman Berenergi Bersama Alkohol Punya Efek Seperti Konsumsi Kokain

Studi: Konsumsi Minuman Berenergi Bersama Alkohol Punya Efek Seperti Konsumsi Kokain

Annisa Trimirasti - detikFood
Kamis, 27 Okt 2016 13:45 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Sekarang, di bar-bar tersedia campuran alkohol dan minuman berenergi. Konsumsi campuran minuman ini berefek pada kesehatan jangka panjang.

Menurut studi baru dari Universitas Purdue, Indiana, mencampur minuman berenergi dengan alkohol mengubah aktivitas di otak remaja yang bertahan hingga mereka dewasa, lapor foxnews.com (26/10/16).

Senyawa kimia pada otak tikus yang diberikan minuman berkafein tinggi dengan campuran alkohol ternyata memiliki efek sama saat mereka diberi kokain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi: Konsumsi Minuman Berenergi Bersama Alkohol Punya Efek Seperti Konsumsi KokainFoto: Getty Images

Minuman berenergi seperti Red Bull dan Monster, mengandung 10 kali lipat kafein dan sering dipasarkan untuk remaja. Tetapi, sedikit yang tahu efek kesehatan minuman ini. Terutama saat dikonsumsi bersama alkohol.

Dr. Richard van Rijn melihat efek dari pencampuran minuman energi tinggi kafein dengan alkohol pada tikus remaja. Hasilnya kedua zat tersebut menyebabkan perubahan dalam perilaku serta neurokimia di dalam otak tikus. Hal tersebut tidak terlihat saat minuman diminum masing-masing terpisah.

Tetapi studi ini tidak dapat dilakukan pada manusia remaja karena alasan etika dan hukum.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan perubahan terlihat pada otak tikus yang terpapar obat. Perubahan itu sangat mirip dengan perubahan yang terlihat pada manusia.

Studi: Konsumsi Minuman Berenergi Bersama Alkohol Punya Efek Seperti Konsumsi KokainFoto: Getty Images

Paparan berulang terhadap alkohol berkafein juga menyebabkan tikus untuk menjadi semakin aktif, mirip saat diberi kokain.

Peneliti mendeteksi peningkatan protein bernama FosB, sebuah penanda perubahan pada zat kimia di otak yang akan berefek jangka panjang. Persis seperti pada mereka yang menyalahgunakan narkoba seperti kokain.

Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa pengguna narkoba sulit untuk berhenti minum alkohol.

Mahasiswa pascasarjana Meridith Robins, yang bekerja pada studi ini, menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi alkohol berkafein selama remaja kurang sensitif terhadap efek menyenangkan kokain saat dewasa.

Studi: Konsumsi Minuman Berenergi Bersama Alkohol Punya Efek Seperti Konsumsi KokainFoto: Getty Images

Ini berarti mereka akan perlu menggunakan lebih banyak dosis kokain untuk mendapatkan 'kesenangan' yang sama.

Dr. van Rijn juga menambahkan bahwa tikus yang minum alkohol berkafein mati rasa terhadap efek menenangkan kokain saat dewasa. Mereka tidak lagi menemukan kokain menyenangkan dan akan mengonsumi lebih banyak kokain untuk mendapatkan efek tersebut.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads