Ups! Gara-gara Makan Telur dan Daging, Kentut Bisa Berbau Busuk

Annisa Trimirasti - detikFood Rabu, 19 Okt 2016 18:25 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Buang angin atau kentut dianggap memalukan oleh banyak orang. Padahal kentut bisa jadi tanda sistem pencernaan yang sehat.

Karena terkait dengan sistem pencernaan, makanan punya peran penting. Kacang-kacangan, misalnya, akan meningkatkan frekuensi kentut. Semakin banyak makan kacang akan makin sering kentut.

Menurut peneliti melalui studi tentang bagaimana makanan yang berbeda mempengaruhi gas dalam usus, disebutkan diet tinggi serat menyebabkan produksi gas dalam perut lebih banyak. Namun tidak membuat kentut lebih bau.

Rata-rata orang menghasilkan sekitar 1,5 liter gas per hari atau 10-20 kali kentut. Biasanya terdiri dari gas tak berbau seperti hidrogen, karbon dioksida, metana, oksigen dan nitrogen.

Ups! Gara-gara Makan Telur dan Daging, Kentut Bisa Berbau BusukFoto: Getty Images

Di sisi lain, konsumsi protein membuat kentut lebih bau. Karena usus memproduksi 7 kali lipat gas yang bau hasil dari gas hidrogen sulfida. Hal tersebut diungkapkan dalam studi baru oleh Monash University.

"Hal ini menjelaskan mengapa binaragawan yang banyak mengonsumsi protein dikenal memiliki kentut bau," ujar Ms Yao, salah satu peneliti, dalam presentasinya di Gastroenterological Society of Australia yang dikutip dari smh.com.au (17/10/16).

Protein memang membuat kentut lebih bau tapi Anda tidak perlu berhenti makan telur, daging dan minum susu. Karena Ms. Yao dan timnya menemukan pelepasan karbohidrat yang lambat dalam bentuk pati resisten dan fruktans mengurangi hidrogen sulfida sekitar 75%.

Hal tersebut karena pati resisten mudah difermentasi sehingga langsung melalui usus kecil dan dipecah oleh bakteri di usus besar terlebih dahulu sebelum protein sehingga hidrogen sulfida tidak diproduksi.

Ups! Gara-gara Makan Telur dan Daging, Kentut Bisa Berbau BusukFoto: Getty Images

Kepala kesehatan usus dan gizi di CSIRO Food and Nutrition, Trevor Lockett, mengatakan pati resisten juga baik untuk usus.

Komponen yang mudah difermentasi dari makanan berserat berperan penting dalam memberi makan bakteri di usus. Sebagian besar serat tersebut difermentasi dan digunakan, untuk memendekkan rantai asam lemak. Proses inilah yang menciptakan gas.

Kentut, umumnya, mengindikasi sistem pencernaan yang sehat. Kelebihan kentut dapat menunjukkan gangguan sistem pencernaan, seperti sindrom iritasi usus besar.

Jika Anda kentut berlebihan disertai nyeri perut kronis atau perubahan kebiasaan buang air, segera periksa ke dokter.

Ups! Gara-gara Makan Telur dan Daging, Kentut Bisa Berbau BusukFoto: Getty Images

Untuk mengurangi gas dalam perut, konsumsilah peppermint, gandum merah, jahe, nanas, dan madu mentah. Kunyah dengan benar untuk manfaat optimal.

Sedang makanan tinggi pati resisten yang mengurangai bau, konsumsilah kentang, pisang, kacang-kacangan, dan sereal.

(adr/odi)