Ini Bedanya Makan Karena Lapar dan Ngidam Makanan

Maya Safira - detikFood Rabu, 19 Okt 2016 17:10 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Tanpa disadari, banyak orang pernah mengalami ngidam makanan. Lalu, apa bedanya dengan makan karena lapar?

Keinginan konsumsi jenis makanan tertentu, bisa terjadi kapan saja. Tidak hanya saat sedang lapar. Apalagi seiring perkembangan zaman, pola makan masyarakat pun ikut mengalami perubahan.

Dalam kegiatan Jakarta Food Editor's Club Gathering (18/10) disebutkan 'craving' atau ngidam makanan merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan makanan atau nutrisi tertentu. Andaikan seseorang sedang kekurangan magnesium, bisa saja ia ingin mengonsumsi cokelat.

Foto: thinkstock


Selain karena lapar atau perlu nutrisi, 'craving' kerap dipicu kegiatan hormonal. Misalnya menstruasi atau kehamilan.

"Craving adalah simbol atau tanda bahwa tubuh butuh sesuatu. Seperti menjelang mens, wanita cenderung lebih lapar karena hormonal," ujar Dr. Grace Judio-Kahl, pakar diet dan pengamat gaya hidup, dalam kegiatan bertema "Siasati Food Craving dan Carbohydrate Addiction: Perhatikan Asupan Gula, Garam dan Lemak Berlebih.

Dr. Grace mencontohkan perubahan kadar hormon estrogen menjelang menstruasi punya efek samping terhadap naiknya nafsu makan dan emosi. Sebab saat itu kondisi tubuh berubah.

"Kalau sedang mens, makan saja tidak apa-apa. Itu normal, bukan adiksi," sebut Dr. Grace.

Foto: iStock


Sedangkan saat proses kehamilan, secara normal terjadi perubahan pH dalam tubuh wanita. Dalam kondisi ini, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengembalikan ke pH normal. Jadi bisa timbul craving akan makanan yang asam seperti rujak, acar atau asinan, dengan harapan pH tubuh bisa kembali ke normal.

Sementara itu, food craving dikaitkan dengan keinginan kuat konsumsi jenis makanan tertentu yang tidak berhubungan dengan kebutuhan tubuh. Berbeda dari rasa lapar pada umumnya.

Faktor emosional, hormonal serta gabungan proses biokimia bisa jadi pemicu food craving. Kadang saat orang sedang mengantuk atau stres, juga mencari makanan.

Padahal menurut Dr. Grace, saat mengantuk sebaiknya tidur bukan makan. Karena mengantuk berbeda dengan rasa lapar yang ditandai perut keroncongan. Begitu pula ketika stres perlu dicari solusi masalahnya, bukan lari ke makanan.

Foto: iStock


Kebiasaan atau pola makan tertentu juga bisa ikut menimbulkan food craving. Contohnya kebiasan makan dari kecil, pola makan tidak sehat, mengemil saat nonton TV, atau minum kopi di pagi hari.

Food craving lama kelamaan bisa memicu terjadinya adiksi makanan. Terutama pada karbohidrat, gula, garam dan lemak. Orang yang menjadikan makanan sebagai solusi menghadapi apapun masalah hidup, dapat disinyalir mengalami adiksi ini. (msa/odi)