Apa Bedanya Serat Makanan Larut Air dan Tidak Larut Air?

Annisa Trimirasti - detikFood
Senin, 26 Sep 2016 13:33 WIB
Foto: Th
Jakarta - Serat dibutuhkan untuk memperlancar pencernaan. Ada serat larut dan tidak larut. Apa bedanya?

Serat tidak larut ditemukan bahan kasar pada biji-bijian utuh, kacang, buah dan sayuran khususnya di batang, kulit dan biji. Serat ini tidak larut dalam air.

Serat ini tidak dipecah usus dan diserap langsung ke aliran darah yang menambah ampas di sistem pencernaan. Sangat baik untuk mencegah sembelit serta masalah lain seperti wasir.

Sedangkan serat larut adalah serat lembut dan lengket dan menyerap air. Kemudian membentuk zat seperti gel dalam sistem pencernaan.


Sumber serat ini adalah kacang-kacangan, gandum, buah, dan alpukat. Serat larut melunakkan tinja sehingga mempelancar BAB.

Serat ini mengatur kadar gula darah, dan mencegah sakit jantung dengan menurunkan kolesterol. Manfaat lainnya adalah meningkatkan populasi bakteri baik dalam usus.

Serat larut membuat rasa kenyang lebih lama, yang akan menjaga berat badan. Studi menunjukkan setiap tambahan 10 gram serat terlarut setiap hari, orang mengalami penurunan 4% lemak perut selama 5 tahun.

Kedua serat tersebut sehat untuk tubuh dan sebaiknya dikonsumsi secara seimbang. Menurut health.com (31/8/16), Archives of Internal Medicine menemukan, dalam 9 tahun, konsumsi banyak serat menurunkan risiko kematian dari berbagai penyebab.


Orang yang makan banyak serat (sekitar 25 g/hari untuk wanita dan 30 g/hari untuk pria) 22% lebih rendah kemungkinan meninggal dibanding yang mengonsumsi sedikit serat (10g/hari pada wanita dan 13 g/hari pada pria).

Bahkan pada kasus kematian akibat penyakit jantung, infeksi, dan penyakit pernapasan, diet tinggi serat mengurangi 50% risikonya.

Ada beberapa tips untuk mendapatkan kedua serat ini secara seimbang dan sehat. Konsumsi 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah tiap hari. Buah pada sarapan dan sebagai camilan. dan sayuran untuk makan siang dan malam.


Pilihlah sayuran berserat dengan batang kasar seperti brokoli. Buah yang biji dan kulitnya bisa dimakan seperti apel dan raspberry.

Kemudian, makan kacang-kacangan paling tidak 3 kali seminggu, dengan atau tanpa lauk. seperti ikan atau omelet dengan kacang.

Ganti camilan gorengan dengan buah. Coba tambahkan di dalam yogurt, oatmeal, atau sayuran matang. Terakhir, jadikan alpukat sebagai topping roti, smoothie, telur, atau salad.

Pada awal mengonsumsi banyak serat perut akan kembung. Beri tubuh Anda waktu untuk menyesuaikan, bantu dengan banyak minum air.

(adr/odi)