Ahli Nutrisi Jerman Sebut Pola Makan Vegan Tidak Sehat

Annisa Trimirasti - detikFood
Kamis, 15 Sep 2016 15:30 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Berlin dinobatkan sebagai kota vegetarian terbaik. Ironisnya para ahli nutrisi justru menyebut pola makan vegan tak sehat.

Produk komesial pertanian, kekejaman pada hewan dan keinginan sehat telah mengubah jutaan karnivora menjadi vegetarian.

Berlin punya puluhan restoran vegan sekarang dan baru saja dinobatkan sebagai salah satu kota dengan makanan vegan terbaik di dunia oleh Vegetarian Times.

Tapi tidak semua orang Jerman ingin jadi vegan. Penelitian dari The German Nutrition Society (DGA), institusi nirlaba mengambil sikap tegas terhadap pola makan berbasis tanaman. Baru-baru ini mereka menyatakan veganisme tidak akan memberikan nutrisi tepat yang dibutuhkan tubuh untuk sehat.


Dalam studi disebutkan gizi penting adalah vitamin B12 yang ditemukan secara alami pada produk hewani. Namun tak diperoleh dari pola makan vegan.

Risiko asupan nutrisi tidak memadai atau kekurangan gizi pun semakin meningkat seiring pilihan makanan menjadi kurang bervariasi. Studi ini juga melaporkan veganisme membuat vitamin D , kalsium , zat besi dan seng dalam tubuh berkurang.

Tetapi beberapa pihak tidak setuju dengan pendapat DGA tentang veganisme dapat mempengaruhi wanita hamil, wanita menyusui, bayi, anak-anak atau remaja. Kanan Kapila, seorang bidan, mengatakan pasiennya yang hamil menjadi vegan sebelum kehamilannya dan mengikuti saran dokter dan ahli gizi dan tetap baik-baik saja.


"Saya juga tidak pernah makan daging sepanjang dua kehamilan saya dan kedua anak saya sangat sehat tapi tentu saja mereka juga vegetarian," lanjut Kapila.

Penolakan juga dinyatakan oleh Academy of Nutrition and Dietetics yang berpendapat veganisme bisa menjadi diet bagi orang segala usia.

Studi mereka menyatakan diet vegan yang direncanakan secara tepat tentu menyehatkan. Mencakup suplemen makanan serta makanan bergizi dengan nutrisi memadai sesuai untuk semua kondisi termasuk hamil dan wanita menyusui.

"Studi Jerman sangat kontroversial, padahal ada banyak bukti bahwa anak-anak vegan memiliki risiko kesehatan lebih rendah di kemudian hari." kata Sharon Palmer, penulis buku "Plant Powered for Life" dikutip dari foxnews.com (13/9/16).


Dokter anak, David Schaumberger juga mengatakan anak-anak vegan tetap berkembang dengan baik. Namun butuh sedikit perhatian ekstra dari orang tua.

"Suplemen dan makanan bernutrisi cukup bagi anak-anak vegan untuk hidup sehat. Hanya perlu perhatian lebih dan sebaiknya konsultasi dengan dokter anak secara teratur," ujar Schaumberger.

(adr/odi)