Telegraph (21/6) melaporkan beberapa ahli medis kini meyakini makanan rendah lemak sebenarnya bisa memicu kenaikan berat badan, bukan menurunkannya. Studi terbaru Dr Walter Willett dari Harvard School of Public Health membuktikan hal tersebut.
Makanan rendah lemak dikabarkan tidak memberi rasa kenyang seperti saat seseorang mengonsumsi makanan tinggi lemak. Karenanya keinginan berlebih konsumsi makanan rendah lemak pun muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Tidak diketahui pasti berapa banyak gula yang ditambahkan dalam cokelat rendah lemak, tetapi kemungkinan jumlahnya tinggi. Hal ini tentu terkait risiko kesehatan yang akan dialami seseorang.
Para ahli medis meyakini kandungan karbohidrat halus dan gula tersebut yang jadi penyebab utama obesitas, bukan lemak. Menurut Dr Robert Lustig dan rekan, gula putih adalah racun.
Mengonsumsi gula putih berlebihan bisa sebabkan gangguan liver, lonjakan kadar gula darah, dan menimbun lemak pada tubuh. Dari hal ini jelas cokelat rendah lemak bukanlah pilihan makanan sehat sama sekali.
![]() |
Produsen cokelat rendah lemak berusaha meyakinkan konsumen bahwa produknya adalah pilihan terbaik. Klaim rendah lemak sengaja ditonjolkan untuk mengurangi 'rasa bersalah' seseorang saat melahap produk tersebut dalam jumlah banyak.
Beberapa pakar kesehatan justru menyarankan dark chocolate sebagai alternatif cokelat sehat. Kandungan lemak 1-2 kotak kecil dark chocolate sama dengan milk chocolate. Hanya saja kandungan gulanya lebih sedikit dan rasa cokelatnya lebih kaya.
(adr/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN