Studi: Konsumsi Keju Dapat Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes

Ellia Avrizella Quenda - detikFood Rabu, 27 Apr 2016 11:35 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Berita baik buat penyuka keju. Peneliti sebut hasil olahan susu ini punya nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung.

Hampir tiap negara di Eropa punya sajianĀ keju yang lezat. Rasa gurih dengan tekstur mulurnya disukai banyak orang.

Sayangnya banyak orang berpikir bahwa keju banyak mengandung lemak dan garam dan berdampak buruk bagi kesehatan. Padahal keju dengan kandungan rendah lemak juga bisa menjadi salah satu makanan sehat.



Dilansir dari Telegraph (22/04) jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology pada tahun 2014, menyebutkan bahwa konsumsi keju dapat menurunkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Sedangkan Prof. Arne AStup dari Universiry of Copenhagen baru-baru ini merekomendasikan keju untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Keju telah lama menjadi makanan favorit penduduk di belahan dunia Eropa. Kandungan susu sapi yang diolah dengan cara fermentasi ini memiliki nilai gizi yang menyehatkan. Seperti karbohidrat, lemak, zat besi, vitamin A, seng, magnesium, selenium, dan fosfor.



"Keju mengandung lemak jenuh dan garam, sehingga Anda mungkin berpikir hal itu bahaya untuk dikonsumsi karena akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Tetapi jika Anda lihat pada orang yang banyak makan keju, justru sebaliknya. Keju dapat menghindarkan mereka dari penyakit jantung dan diabetes tipe 2," ujar Arne seperti dikutip dari Daily Mail.

Sebuah editorial edisi terbaru di British Medical Journal menunjukkan jika lemak hewani tidak seburuk minyak sayur dan margarin. Keduanya sudah terlebih dahulu dianalisa kadar kolesterol sejak tahun 1970-an.

Berdasarkan analisis dikatakan bahwa dengan mengganti lemak jenuh hewani dengan lemak tak jenuh nabati ternyata akan sangat berbahaya. Bahkan dapat menyebabkan meningkatnya angka kematian.



Keju akan memiliki khasiat menyehatkan apabila dikonsumsi dengan porsi secukupnya. Tidak perlu menjadikan keju sebagai komponen utama menu harian. Seimbangkan dengan banyak mengkonsumsi sayuran.

BMJ memberikan rekomendasi sebaiknya lebih banyak makan ikan, buah, sayuran, dan biji-bijian. Hindari terlalu banyak makanan yang mengandung garam, gula, lemak trans, dan makan berlebihan. (lus/odi)