Huahh! Makanan Pedas Ternyata Bisa Kurangi Nyeri dan Bantu Turunkan Berat Badan

Huahh! Makanan Pedas Ternyata Bisa Kurangi Nyeri dan Bantu Turunkan Berat Badan

Ellia Avrizella Quenda - detikFood
Selasa, 22 Mar 2016 10:37 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Makanan pedas buat sebagian orang bisa menambah lahap makan. Meskipun panas dan berkeringat tetapi tetap saja disukai banyak orang. Ternyata rasa pedas juga berkhasiat.

Dilansir dari Today (09/03) berikut ini beberapa manfaat positif makanan pedas untuk kesehatan.

1. Umur panjang



Sebuah studi pada 2015 telah melibatkan lebih dari setengah juta penduduk China. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan pedas sebanyak enam kali seminggu dapat mengurangi risiko kematian sebesar 14 persen.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas selama dua hari seminggu menurunkan risiko sebesar 10 persen, dibandingkan dengan orang yang makan lebih sedikit makanan pedas.

2. Menurunkan berat badan



Penelitian telah menunjukkan bahwa cabai dapat membantu menghentikan nafsu makan dan kecepatan metabolisme.

Dalam sebuah penelitian tahun 2011, para peneliti dari Purdue University menemukan orang akan merasa lebih kenyang setelah mengonsumsi makanan pedas.

Sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa orang mengonsumsi lemak lebih sedikit setelah makan cabai dalam jumlah tinggi. Mungkin terdapat efek pada metabolisme.

Dr. Gregory Thorkelson, asisten profesor di departemen psikiatri dan gastroenterologi di University of Pittsburgh mengatakan, seseorang akan merasa panas setelah memakan makanan pedas. Itu sebabnya tubuh berkeringat.

Capsaicin atau bahan yang menghasilkan perasaan terbakar di mulut dapat meningkatkan kemampuan untuk membakar kalori. Kemungkinan lainnya adalah bahwa rasa pedas di mulut mampu memperlambat konsumsi makanan.

Dana Hunnes, seorang ahli diet senior dan profesor di Fielding School of Public Health di UCLA mengatakan, jika Anda makan lebih lama, Anda akan cepat merasakan kenyang.

3. Mengobati nyeri



Capsaicin telah terbukti memicu pelepasan opioid tubuh atau yang disebut dengan endorfin. Thorkelson mengatakan banyak data yang berasal dari pemberian topikal kimia daripada konsumsi oral.

4. Efek anti-inflamasi

Data menunjukkan bahwa capsaicin dapat membantu menangani kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Thorkelson menambahkan bahwa jenis penyakit ini jarang terjadi di negara-negara yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas.

5. Efek antimikroba
Studi menunjukkan bahwa capsaicin memiliki efek antibakteri, dan mungkin juga untuk efek antijamur. Inilah sebabnya cabai digunakan sebagai pengawet makanan.

(adr/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads