Waspadai Muntah atau Diare Saat Konsumsi Makanan Sisa

Waspadai Muntah atau Diare Saat Konsumsi Makanan Sisa

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Sabtu, 30 Jan 2016 14:37 WIB
Foto: Boldsky
Jakarta -

Makanan berlebih sering diolah kembali keesokan harinya. Meski terbilang aman, waspadai masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat konsumsi makanan sisa.

Menyimpan sisa bahan makanan untuk diolah kembali jadi kebiasaan sebagian besar rumah tangga. Kebiasaan ini ternyata tak terlalu baik mengingat kemungkinan munculnya risiko kesehatan, seperti yang diinformasikan Boldsky (30/01) berikut:



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Keracunan makanan
Penelitian menunjukkan bakteri makanan dapat berkembang pada suhu 4 hingga 60 C. Jika Anda menggunakan sisa bahan makanan yang tak didinginkan di kulkas dalam waktu 2 jam setelah memasak, kemungkinan mengalami keracunan makanan menjadi besar mengingat jumlah bakteri yang berkembang.

2. Gangguan pencernaan
Pertumbuhan bakteri juga sebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut atau kembung. Bakteri juga membuat makanan terfermentasi sehingga mempengaruhi proses pencernaan tubuh.



3. Keasaman
Apakah Anda sering menderita asam lambung tinggi? Masalah kesehatan ini umum terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan sisa secara rutin. Asupan makanan yang mengandung bakteri juga berkontribusi menyebabkan hal ini.

4. Muntah
Meski sisa bahan makanan masih terlihat segar, ada kemungkinan pertumbuhan bakteri didalamnya. Hal ini dapat sebabkan muntah yang umum dikaitkan dengan keracunan makanan. Muntah mungkin terjadi sesaat setelah Anda mengonsumsi makanan sisa yang mengandung bakteri, dalam waktu 2 jam setelanya, atau bahkan setelah 1-2 hari mengonsumsinya. Hal ini terjadi akibat racun atau bahan kimia yang diproduksi bakteri tersebut.

5. Diare
Sama degan muntah, diare juga menjadi pertanda keracunan makanan. Bila tak ditangani segera, kondisi ini dapat sebabkan dehidrasi.

6. Nyeri perut
Nyeri atau sakit di perut dapat disebabkan oleh pembentukan gas dan kontraksi usus. Penyebab umum terjadinya hal ini adalah karena mengonsumsi makanan yang sudah dipanaskan kemudian didinginkan dalam kulkas.



7. Menyimpan makanan sisa
Agar aman, simpan makanan sisa dalam kulkas bersuhu kurang dari 4 C untuk memperlambat pertumbuhan bakteri. Berikan jarak setiap barang di kulkas agar udara bisa bersikulasi dengan baik. Saat dimasukkan dalam kemasan, ratakan makanan di dasar kemasan agar udara dingin menyentuh semua permukaan makanan.

Cara teraman sebenarnya untuk menghindari semua risiko kesehatan seperti di atas adalah memanfaatkan hanya bahan-bahan segar untuk mengolah makanan.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads