Detoks Jus Alami dan Aman

Perhatikan 9 Tips Ini Sebelum Jalani Detoks (2)

Maya Safira - detikFood Senin, 11 Jan 2016 10:35 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Melakukan program detoks perlu dilakukan dengan aman supaya tidak membahayakan kesehatan. Ada yang perlu diketahui sebelum melakukan detoks sendiri.
 
Banyak orang yang melakukan detoks sendiri di rumah dengan panduan dari berbagai sumber. Namun belum jelas keamanan dalam melakukannya. Sebelum menjalani detoks, perhatikan saran dari ahli gizi dan konsultan kesehatan alami berikut.

6. Persiapan sebelum detoks



Supaya tubuh lebih mudah beradaptasi dengan terapi detoks, Konsultan kesehatan alami, Andang W. Gunawan, ND menyarankan melakukan persiapan 1-2 minggu sebelum program dimulai. Diantaranya membatasi garam, menghindari semua makanan olahan industri, mengurangi makanan berlemak tinggi serta karbohidrat olahan terutama yang mengandung terigu dan gula pasir. Perlu juga menghindari alkohol, kafein dan obat-obatan yang tidak perlu.

7. Konsumsi buah dan sayur segar

Ahli gizi Jansen Ongko, MSc, RD menyebut konsumsi serat baik untuk kesehatan tubuh, terutama sistem pencernaan. Baik untuk tujuan detoks ataupun tidak, asupan serat sebaiknya didapat dari buah dan sayuran segar.

Ia juga mengatakan lebih baik konsumsi sayur dan buah segar secara utuh. Sebab makanan mentah segar masih memiliki enzim berkhasiat melancarkan sistem pencernaan, kaya serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan tubuh.

Senada dengan Jansen, Andang menyarankan bagi pemula diet detoks lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran segar. Ia menyarankan pilihan buah organik yang tidak tercemar pestisida dan zat kimia lainnya.

8. Minum air putih



Bila melakukan juice fasting, serat yang masuk ke tubuh tidak banyak karena sayuran atau buah sudah dalam bentuk jus. Menurut Andang, pada beberapa orang detoksifikasi cara ini bisa menimbulkan konstipasi. Risiko konstipasi bisa diminimalkan dengan banyak minum air di antara waktu minum jus. Minum air putih juga perlu sering dilakukan agar tidak dehidrasi dan suhu tubuh terkendali selama proses detoks.

9. Aktivitas fisik tidak berlebihan

Menurut Andang, aktivitas fisik berlebihan perlu dihindari selama krisis penyembuhan saat menjalani detoks. Dalam mengatasi reaksi detoks juga dilakukan dengan tidak melakukan aktivitas yang menghabiskan energi seperti berjalan jauh dan olahraga berat.

(adr/odi)