NPR (06/01) menjelaskan HMR merupakan program diet yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau di klinik dengan pengawasan tenaga medis. Pelaku diet ini akan dikirimi minuman rendah kalori, sup, nutrition bars, dan sereal gandum sebagai makanan harian.
Pengulas US News & World Report mengatakan kelebihan diet HMR adalah sifatnya yang praktis. Karena makanan dikirimkan langsung pada pelaku diet serta turunnya berat badan dengan cepat. Kekurangannya, minuman rendah kalori seperti shakes terasa membosankan. Pelaku diet ini juga tidak bisa makan selain menu yang sudah disusun.
Carol Addy selaku Kepala Medis HMR menjelaskan, "Penurunan berat badan yang cepat kerap dikaitkan dengan sesuatu yang tidak sehat, tidak berkelanjutan, dan menyebabkan berat badan kembali ke semula. Namun studi klinis menunjukkan dengan mengikuti program perubahan gaya hidup, berat badan akan cepat turun dan tidak kembali."
Sayangnya, shakes yang menjadi menu utama diet ini tidak cocok bagi semua orang. "Bisa saja minuman ini membuat Anda lebih lapar," ujar pengulas.
Diet dalam daftar US News & World Report dievaluasi oleh para panel yang terdiri dari dokter, ahli gizi, dan pakar kesehatan lainnya. Dalam daftar terlihat diet yang mengubah pola makan harian dinilai lebih baik dibanding diet dengan menu yang sudah ditentukan.
Misalnya diet DASH yang awalnya dirancang untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Diet ini memfokuskan pada konsumsi sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.
Khawatir dengan penurunan kognitif? Diet MIND yang berada pada posisi kedua bisa dicoba. Diet ini mengombinasikan diet DASH dengan pola makan Mediterania yang berbasis ikan, minyak zaitun, dan kacang.
Jika ingin mengurangi karbohidrat lebih banyak, 'The Glycemic-Index Diet' bisa dicoba. Namun diet ini sangat sulit dipraktekkan. Jika ingin lebih mudah, disarankan mencoba'Fast Weight-Loss Diet' anjuran peneliti obesitas David Ludwig dari Harvard Medical School.
Dalam bukunya, Ludwig berpendapat tubuh kita tidak memproses kalori dengan sama. "Jenis kalori yang kita makan dapat mempengaruhi jumlah kalori yang kita bakar." Sebagai contoh, pelaku diet rendah karbo membakar 325 kalori lebih banyak dibanding pelaku diet rendah lemak.
Ludwig menjelaskan insulin yang didapat dari konsumsi makanan tinggi karbo membuat sel-sel lemak menyimpan atau menimbun kalori. "Terlalu banyak insulin menyebabkan kenaikan berat badan," pungkas Ludwig.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN