Hindari Konsumsi Gula dan Makanan Asin untuk Cegah Selulit

Hindari Konsumsi Gula dan Makanan Asin untuk Cegah Selulit

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Minggu, 03 Jan 2016 15:12 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selulit jadi musuh utama wanita. Sel-sel lemak yang menumpuk ​di ​bawah kulit ini membentuk​ guratan putih. Hindari konsumsi lemak dan garam untuk mencegah selulit.​

Selulit memang tidak berbahaya, namun kemunculannya di sekitar paha, pinggul, dan bokong menyebabkan penampilan wanita kurang menarik. Penyebab kemunculannya antara lain pola makan tidak sehat, metabolisme tubuh yang lambat, penurunan aktivitas fisik, perubahan hormonal, dehidrasi, dan faktor genetik.

Khusus soal makanan, beberapa makanan berikut ​ini ​sebaiknya dihindari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Makanan asin



Usahakan tidak menambahkan terlalu banyak garam dalam masakan Anda. Hindari juga makanan kaleng atau olahan dengan kandungan garam yang tinggi. Garam dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh yang menjadi penyebab utama kemunculan selulit.

2. Makanan berlemak

Makanan berlemak memang gurih dan enak. Namun konsumsi makanan ini dapat memunculkan selulit. Hal ini terjadi ketika kelebihan lemak dalam tubuh berubah menjadi selulit, tergantung juga berbagai faktor pemicu lainnya.

3. Gula



Dijuluki sebagai silent killer, kelebihan konsumsi gula memang berbahaya bagi kesehatan. Gula dapat meningkatkan pembentukan insulin yang akan merangsang pembentukan jaringan adiposa dalam jumlah lebih. Pada akhirnya, kondisi ini memunculkan selulit.

4. Alkohol

Jika ingin pola hidup lebih sehat, hindari kebiasaan buruk minum alkohol. Minuman ini juga memicu kemunculan selulit terkait jumlah kalorinya yang tinggi.

5. Makanan olahan

Konsumsi makanan olahan yang mengandung perasa, pengawet, dan zat aditif lainnya dapat menyebabkan selulit. Meski tampilannya menggoda dan rasanya enak, sebaiknya hindari makanan tersebut untuk kesehatan tubuh yang optimal.

6. Cokelat



Peningkatan asupan cokelat, biskuit, dan kue dapat memunculkan selulit. Hal ini karena kadar gula yang tinggi dalam makanan tersebut. Gula akan mengikat protein, sehingga mengurangi kemampuan protein dalam 'bekerja.' Kondisi ini menimbulkan radang dan bahkan memunculkan rasa sakit ketika daerah selulit disentuh.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads