Pemakaian Antibiotik Pada Ternak Makin Mengancam Kesehatan Manusia

Pemakaian Antibiotik Pada Ternak Makin Mengancam Kesehatan Manusia

Lucia Essy Heriana - detikFood
Rabu, 23 Des 2015 11:04 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Penggunaan antibiotik dalam makanan ternak terus berkembang. Namun, penggunaan antibiotik untuk manusia tidak seharusnya diterapkan pada makanan ternak.

Di Amerika, penjualan antibiotik secara medis telah disetujui untuk digunakan pada makanan ternak dan penggunaannya naik 23% pada 2009 hingga 2014. Namun,​ hal ini memicu kekhawatiran tentang risiko terhadap manusia dari bakteri yang kebal antibiotik. Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), tahun lalu penjualan domestik dan distribusi obat meningkat 3%.

Advokat kesehatan publik mengkritisi penggunaan antibiotik jangka panjang di peternakan dan memperdebatkan bahwa penggunaan antibiotik memicu perkembangan bakteri yang kebal akan antibiotik. Namun, para peternak tetap membela bahwa penggunaan antibiotik perlu dilakukan untuk membantu sapi, babi, dan ayam tetap sehat. Selain itu, daging yang sehat dapat meningkatkan produksi daging untuk konsumen.



β€œPenggunaan antibiotik berlebih sangat berbahaya bagi industri petenakan karena penggunaannya telah meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Efektivitas obat memang menyelamatkan hidup untuk orang yang sedang sakit,” ujar Avinash Kar, pengacara senior di Natural Resources Defense Council.

Manusia dapat terinfeksi dengan mengonsumsi daging dari hewan dengan bakteri resisten. Meskipun dalam proses pengolahan dapat mengurangi kelangsungan hidup bakteri​. B​eberapa bakteri mungkin masih bertahan dan dapat menginfeksi manusia. ​Ada ​18 orang di empat negara barat mengalami keracunan makanan ​karena bakteri ​Salmonella setelah makan daging sapi dari sapi diberi makanan yang mengandung antibiotik.

Untuk sebagian besar infeksi, peristiwa​ tertinggi dialami oleh anak di bawah usia lima tahun​. Hal ini berdasarkan d​ata para peneliti yang dikutip dari Center for Disease Control and Prevention's Foodborne Diseases Active Surveillance Network.



Menurut laporan FDA, tidak ditemukan kejelasan mengenai antibiotik apa yang digunakan, alasan penggunaan antibiotik, dan berapa banyak pengunaannya.

Pada tahun 2013, FDA mengeluarkan pedoman bagi pembuat obat dan peternakan untuk menghapus penggunaan antibiotik secara bertahap. Antibiotik masih bisa digunakan untuk mengobati penyakit pada ternak yang menghasilkan daging tetapi harus diulas kembali pada Desember 2016 di bawah program FDA.

Ron Phillips, pembicara untuk Animal Health Institute menegaskan bahwa​ menjual tidak sama dengan menggunakan dan menggunakan tidak sama dengan daya tahan. Perusahaan makanan berpindah dari penggunaan antibiotik ​pada​ makanan ternak. Pada bulan Maret, McDonals mengatakan restorannya di Amerika berhenti membeli ayam dengan makanan yang mengandung antibiotik yang digunakan manusia.



(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads