Sedapnya Petai dan Jengkol

Apa Benar Konsumsi Petai Bisa Sebabkan Asam Urat?

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 01 Des 2015 20:10 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta -

Untuk menghasilkan aroma sedap, petai ​sering ​dijadikan sebagai tambahan ​bumbu ​masakan. Selain punya banyak​ khasiat, ​petai juga disebut-sebut dapat sebabkan asam urat. Benarkah?

Petai mengandung protein yang tinggi dan juga serat. "Petai memiliki manfaat kesehatan karena mengandung zat anti bakteri, antioksidan dan juga anti kanker," tutur Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS kepada Detik Food (29/11).

Selain memiliki segudang manfaat, petai berwarna hijau ini juga memiliki kandungan purin yang bisa memicu munculnya asam urat bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit tersebut.

"Pete mengandung purin yang dapat berpengaruh pada gangguan ginjal. Konsumsi jengkol terlalu banyak juga dapat menghasilkan asam jengkolat yang juga sama-sama dapat membentuk batu ginjal," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PERGIZI PANGAN.

Jika dilakukan proses pemasakan, petai akan meningkatkan komponen manfaatnya ketika direbus. "Saat direbus kandungan purin masih ada sekitar 70 hingga 80 persen," tambah pria berkacamata ini.

Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk mencampurkan petai ke dalam masakan. Petai boleh dikatakan sebagai bumbu dalam masakan. Karena jumlah yang dikonsumsi juga sedikit.

"Kalau konsumsinya satu atau dua papan dalam sekali makan, mungkin bisa tingkatkan asam urat. Kalau sedikit saya rasa tidak terlalu berpengaruh,"
 tambah pria yang juga mengajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Bogor ini.

Sedangkan untuk jengkol, biasanya dikonsumsi bukan sebagai lauk. Sehingga konsumsi jengkol tidak disarankan setiap hari. "Sebaiknya konsumsi makanan dengan jenis yang beragam. Normalnya konsumsi jengkol boleh sekitar 2 hingga 3 kali dalam seminggu," tutupnya.

(msa/odi)