Penelitian terbaru menyebutkan antioksidan resveratrol dalam red wine dan cokelat dapat memperlambat perkembangan penyakit alzheimer. Mereka disarankan mengonsumsi segelas red wine per hari.
Para peneliti di Georgetown University Medical Center melibatkan 119 pasien alzheimer tahap ringan sampai sedang di 21 rumah sakit Amerika Serikat sebagai partisipan penelitian. Mereka diminta mengonsumsi pil resveratrol dosis tinggi yang setara dengan jumlah resveratrol bila mengonsumsi 1000 botol red wine.
Peneliti kemudian melihat beberapa biomarker alzheimer pada pasien yang mengonsumsi 4 pil per hari selama setahun dengan pasien yang mengonsumsi pil plasebo. Mereka yang mengonsumsi pil resveratrol ternyata memiliki protein amyloid-beta lebih banyak di tulang belakang dibanding mereka yang tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, temuan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini menunjukkan resveratrol dapat mengalirkan amyloid-beta yang menumpuk di otak ke organ tubuh lainnya.
“Perlu dilakukan studi lanjutan yang lebih besar. Sejauh ini penelitian menunjukkan hasil yang baik dimana konsumsi resveratrol berdampak signifikan pada biomarker alzheimer,” ujar Dr. R. Scott Turner selaku pemimpin studi, seperti diberitakan CNN (16/09/15).
Sejumlah kecil pasien alzheimer yang mengonsumsi resveratrol dalam dosis tinggi menunjukkan peningkatan kognisi. Contohnya mereka ingat harus menggosok gigi. Para pasien juga merasa kemampuan mental mereka perlahan membaik.
James A. Hendrix dari Alzheimer's Association mengatakan konsumsi resveratrol bisa jadi peluang terapi alzheimer di masa mendatang. Ia menambahkan, intervensi obat, pola makan, olahraga, serta stimulasi sosial dan mental tetap perlu diberikan pada pasien alzheimer untuk mencegah penurunan mental.
Profesor neurolog di Icahn School of Medicine, Dr. Giulio M. Pasinetti mengatakan resveratrol tidak akan efektif memperlambat perkembangan penyakit alzheimer bila 'bekerja' sendiri. Resveratrol perlu dikombinasikan dengan senyawa polifenol lain yang ditemukan dalam red wine, anggur, dan cokelat.
“Temuan studi ini menyarankan konsumsi resveratrol dalam dosis sangat tinggi untuk mendapat hasil memuaskan. Rasanya ini tidak mungkin dipraktekkan. Sebagai solusi, penderita alzheimer tingkat awal dan orang-orang yang ingin terhindar dari alzheimer dapat rutin minum segelas red wine per hari,” ujar Turner.
Ia menambahkan mungkin akan lebih baik bila seseorang mengonsumsi suplemen resveratrol yang ada di pasaran. Terlebih jika dosisnya sama seperti yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 500 mg resveratrol per hari.
Penelitian sebelumnya menemukan orang-orang yang mengonsumsi diet tinggi resveratrol memiliki tingkat kematian lebih rendah akibat kanker, penyakit jantung, dan penyakit lainnya.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN