Para peneliti di Universitas Queen Mary, London mengungkapkan jumlah asupan garam berkaitan langsung dengan kenaikan berat badan. Tiap tambahan garam sebanyak 1 gram per hari dapat meningkatkan risiko obesitas sekitar 25%.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Hypertension ini tidak mengetahui pasti bagaimana garam berdampak pada kenaikan berat badan. Namun para peneliti menduga garam mampu memodifikasi metabolisme seseorang dengan cara mempengaruhi penyerapan tubuh terhadap lemak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil penelitian menunjukkan seseorang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki kadar garam lebih tinggi dalam urin mereka, dibandingkan partisipan yang berat badannya normal.
βPenelitian ini menunjukkan asupan garam adalah faktor risiko potensial terjadinya obesitas,β ujar para peneliti.
Garam rupanya 'bersembunyi' dalam makanan sehari-hari, termasuk fast food. Penelitian World Action on Salt and Health (WASH) menemukan beberapa restoran fast food populer di Amerika Serikat mengandung garam cukup tinggi.
Selain sebabkan obesitas, konsumsi terlalu banyak garam juga berkaitan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN