Konsumsi Makanan Tinggi Garam Terbukti Dapat Memicu Obesitas

Konsumsi Makanan Tinggi Garam Terbukti Dapat Memicu Obesitas

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 03 Sep 2015 14:07 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Studi terbaru di Inggris menemukan konsumsi makanan tinggi garam dapat memicu obesitas. Ini karena garam mampu mengubah kinerja tubuh dalam menyerap lemak.

Para peneliti di Universitas Queen Mary, London mengungkapkan jumlah asupan garam berkaitan langsung dengan kenaikan berat badan. Tiap tambahan garam sebanyak 1 gram per hari dapat meningkatkan risiko obesitas sekitar 25%.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis Hypertension ini tidak mengetahui pasti bagaimana garam berdampak pada kenaikan berat badan. Namun para peneliti menduga garam mampu memodifikasi metabolisme seseorang dengan cara mempengaruhi penyerapan tubuh terhadap lemak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan The Daily Meal (03/09/15), peneliti menggunakan data dari lebih 450 anak dan 780 orang dewasa di Inggris dalam survey gizi nasional tahun 2008 dan 2009 serta 2011 dan 2012.

Hasil penelitian menunjukkan seseorang yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki kadar garam lebih tinggi dalam urin mereka, dibandingkan partisipan yang berat badannya normal.

β€œPenelitian ini menunjukkan asupan garam adalah faktor risiko potensial terjadinya obesitas,” ujar para peneliti.

Garam rupanya 'bersembunyi' dalam makanan sehari-hari, termasuk fast food. Penelitian World Action on Salt and Health (WASH) menemukan beberapa restoran fast food populer di Amerika Serikat mengandung garam cukup tinggi.

Selain sebabkan obesitas, konsumsi terlalu banyak garam juga berkaitan dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads