Ribut dengan Pasangan Terbukti Memicu Konsumsi Makanan Tak Sehat

Ribut dengan Pasangan Terbukti Memicu Konsumsi Makanan Tak Sehat

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Selasa, 18 Agu 2015 15:55 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Pola makan berlebihan dapat dipicu banyak hal, salah satunya kondisi stress. Penelitian terbaru mengungkapkan bertengkar dengan pasangan juga dapat membuat seseorang makan lebih banyak. Jenis makanan yang dikonsumsi cenderung tidak sehat seperti makanan tinggi garam, gula, dan lemak.

Bukan hanya merusak hubungan, dampak negatif dari bertengkar dengan pasangan juga memperburuk pola makan seseorang. Ini dibuktikan para peneliti di Universitas Ohio State, Amerika Serikat.

Para peneliti mengatakan ketika bertengkar tubuh menghasilkan lebih banyak hormon lapar yaitu ghrelin. Rasa lapar ini hanya terjadi pada orang-orang dengan berat badan normal atau overweight, bukan obesitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir dari Daily Mail (18/08/15), para peneliti meminta sejumlah pasangan untuk makan bersama sebelum menyelesaikan konflik dalam hubungan mereka. Setelah itu, mereka mengisi kuesioner tentang diri sendiri dan dimintai sampel darah serta air liurnya.

Kedua sampel tersebut diuji untuk mengetahui hormon stress dan jumlah sel imun yang ada dalam tubuh partisipan. Mereka juga diminta melaporkan gejala cemas dan kualitas tidurnya.

Hasilnya, para peneliti menemukan adanya hubungan antara stress dalam hubungan dengan pilihan makanan yang buruk. Ini biasanya meliputi jenis makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam. Lisa Jaremka selaku pemimpin penelitian mengatakan tidak ada bukti bahwa bertengkar membuat seseorang lapar, namun terdapat korelasi kuat antara keduanya.

Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memahami korelasi antara hambatan dalam sebuah hubungan dengan masalah kesehatan.

Studi sebelumnya menemukan orang yang lapar akan lebih mudah terpancing emosi. Ini karena dalam keadaan lapar, otak kekurangan energi yang diperlukan untuk mengendalikan diri.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads