FATwater, Air Plus Minyak yang Bikin Tubuh Lebih Berenergi

FATwater, Air Plus Minyak yang Bikin Tubuh Lebih Berenergi

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Minggu, 09 Agu 2015 12:24 WIB
Foto: TIME
Jakarta - ​I​nfused water​ atau air yang diberi irisan aneka buah dan sayur disukai banyak orang sebagai air menyehatkan. Namun, kini di Amerika mulai diperkenalkan air yang bercampur dengan minyak. Komposisi ini diyakini lebih cepat memberi pasokan energi pada tubuh.

Air yang diberi minyak ini bertujuan untuk menghidrasi tubuh lebih cepat dan mendongkrak energi ​lebih cepat pula. ​Minuman ini sedang gencar dipromosikan di​ Amerika​​. D​idukung oleh Trinity Investors, investor yang telah mendukung Starbucks dan Jamba Juice.

​U​ntuk mendukung FATwater, investor ini telah ​mengeluarkan​ dana sebesar hampir 120 miliar rupiah. Produk yang mulai dijual di Los Angeles dan New York ini mengandung minyak XCT​. ​​M​inyak kelapa yang telah diekstrak sebanyak tiga kali untuk mengekstrak senyawa triglycerid​a​.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Air ini pun kemudian ditambahkan dengan vitamin E, jadi total ada 2 gram lemak di dalam minuman yang berukuran 475 ml ini. Hasil dari minuman ini diharapkan lebih berefek daripada minuman berenergi yang mengandung banyak gula dan bahan kimia.

Namun, kita semua tahu jika air dan minyak tidak bisa bersatu. Menurut ​Dave Asprey, ​t​okoh​ di belakang The Bulletproof Diet dan FATwater​, dalam minuman ini, air dan minyak ternyata bisa menyatu.

“Kehadiran FATwater kami harapkan dapat mematahkan teori lemak yang katanya buruk untuk tubuh. Kami ingin menunjukkan bahwa lemak dari kelapa bisa menghidrasi tubuh dengan cara terbaru sehingga kita tidak tergantung dengan minuman manis lagi,” ​jelas​ Dave Asprey​ seperti dikutip dari nydailynews (6/08).​

Sebotol FATwater ​dihargai​ Rp 54.000 dan mengandung 20 kalori​. ​​T​ersedia dengan jenis tanpa rasa, rasa jeruk, berry, dan lemon. Menurut Marie-Pierre St-Onge, PhD, seorang asisten profesor di Columbia University, memang benar bahwa lemak dari triglycerides bisa dicerna dan ​dengan lemak biasanya. Lemak lain bisa tersimpan di dalam tubuh dan menyebabkan kegemukan, tapi lemak ini bisa dibakar menjadi energi.

Namun, minuman ini belum bisa dianggap paling aman. Hal ini karena belum ada pernyataan dari Food and Drug Administration (FDA).

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads