Nama food coma bukanlah kondisi koma sungguhan yang menyebabkan penderitanya tidak sadar dalam jangka waktu tertentu. Istilah ini merujuk pada keadaan lemas atau mengantuk setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.
Seperti dilansir dari situs The Gabriel Method (19/07/15), food coma dikenal dengan sebutan postprandial somnolence dalam istilah medis. Kondisi ini berhubungan dengan aktivitas saraf parasimpatis di otak yang berperan dalam proses pencernaan makanan dan respons istirahat.
Saat tubuh mengonsumsi makanan dalam jumlah besar, makan sistem saraf parasimpatis akan semakin aktif dan menyebabkan aliran energi tubuh terkonsentrasi untuk sistem pencernaan. Sirkulasi darah pun menjadi tidak lancar dan inilah sebabnya setelah makan banyak, tubuh merasa dingin.
Kondisi lain dalam tubuh yang terjadi saat food coma adalah terjadinya lonjakan gula darah. Setelah tubuh mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat, maka produksi glukosa juga akan meningkat. Akibatnya tubuh melawan lonjakan gula darah dengan memproduksi hormon insulin.
Peningkatan insulin rupanya merangsang otak untuk menghasilkan lebih banyak serotonin dan melatonin. Terlalu banyak produksi kedua neurotransmitter ini dapat membuat Anda mengantuk.
Untuk mencegah dan mengatasi food coma, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, MKM selaku praktisi gizi dan kesehatan masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia mengatakan, “Intinya jangan terlalu kenyang. Makanlah dalam jumlah cukup. Sering makan dalam porsi kecil lebih baik daripada makan porsi besar dalam sekali waktu.”
“Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks atau tinggi serat supaya kenaikan kadar gula darahnya perlahan dan tidak langsung melonjak tinggi. Perbanyak asupan buah dan sayur itu penting,” tambahnya.
“Mengunyah perlahan juga bisa menghindarkan seseorang dari kekenyangan. Dengan mengunyah perlahan, tekstur makanan akan menjadi lebih halus sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Ini pun membuat zat gizi makanan lebih banyak diserap. Jadi rasa kenyangnya bisa lebih cepat walaupun porsi makannya tidak banyak,” jelas Wahyu saat dihubungi detikFood (19/07/15).
Selain cara-cara diatas, situs Health Me Up (19/07/15) merekomendasikan penambahan kayu manis pada hidangan sehari-hari agar membantu mengendalikan gula darah.Cara lain adalah dengan mengonsumsi segelas teh herbal atau air lemon untuk membersihkan racun-racun dalam sistem pencernaan Anda.
Setelah makan banyak, Anda juga disarankan berbaring ke arah kiri saat tidur karena posisi perut akan lebih rendah dari posisi kerongkongan. Kondisi ini dikabarkan lebih baik untuk sistem pencernaan.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN