Inilah 5 Mitos Tentang Makanan yang Tak Perlu Dipercaya!

Inilah 5 Mitos Tentang Makanan yang Tak Perlu Dipercaya!

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Selasa, 26 Mei 2015 10:19 WIB
Inilah 5 Mitos Tentang Makanan yang Tak Perlu Dipercaya!
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyaknya makanan yang tidak higienis dan aktivitas yang padat membuat setiap orang dituntut untuk bertubuh sehat. Ada banyak cara untuk menjaga ke​sehat​an​, seperti diet dan olahraga. Tapi, tak sedikit juga yang termakan mitos dalam menjalani pola hidup sehat.

​H​idup sehat ​bukan sekedar ​menghitung kalori dan membanding-bandingkan makanan satu dengan yang lain. Hal inilah kemudian dipercaya oleh banyak orang. Menurut Susan Tacker yang seorang ahli nutrisi, ada 5 mitos makanan yang seharusnya tidak usah dipercaya.

1. Detoks

Foto: Thinkstock
Rasanya akhir-akhir ini kata 'detoks' sering jadi perbincangan hangat. Semua orang menginginkan detoks untuk mendapatkan tubuh yang sehat. “Ada banyak orang yang menanyakan cara​ agar tubuh bisa terdetoks​. ​Sebenarnya, dengan makan makanan yang sehat, bersih, diet sehat, istirahat cukup, dan mengelola stress, itu sudah menjadi pilihan terbaik,” jelas Susan​Apalagi, detoks punya kelemahan. Orang​ jadi ​t​ergantung dengan makanan yang ​di​kira akan menjadi pembuang racun​  tubuh. Cukup dengan pola makan dan aktivitas seimbang, sebenarnya tubuh sudah mendetoks dirinya sendiri .

2. Gula adalah gula

Foto: Thinkstock
Gula seringkali ​dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan.​ Walau rasanya sama-sama manis, gula kemasan dan gula alami dari buah sungguh berbeda. Gula alami jelas mengurang risiko negatif di dalam tubuh. Namun, hal itu semua kembali lagi kepada tubuh kita, karena setiap tubuh manusia punya reaksi yang berbeda-beda. J​uga bergantung ​pada berapa banyak jumlah gula yang dikonsumsi.​ Jika sedang diet, bukan berarti  tidak mengonsumsi gula sama sekali, karena tubuh juga memerlukan gula. Hanya saja, porsinya dikurangi dan jenis gula yang kita pilih haruslah yang alami.

3. Vegetarian kekurangan nutrisi

Foto: Thinkstock
Banyak orang yang belum paham menjadi seorang vegetarian. Pertanyaan yang sering terdengar adalah, a​pakah tubuhmu cukup mendapat protein?​
​ ​
Banyak orang mengira bahwa protein hanya bisa didapat dari daging saja. Tapi, gandum-ganduman, sayur, kacang, dan polong-polongan menyediakan protein juga. Apalagi, jika Anda mencampur beberapa sayuran dalam sekali makan. Nutrisi yang didapatkan pun semakin beragam, seperti mineral, vitamin, dan antioksidan.

4. Kedelai itu berbahaya

Foto: Thinkstock
Kedelai yang mengandung phytoestrogen dinilai para wanita akan memicu kanker payudara. Menurut Susan Tacker, hal ini tentu salah besar. “Kedelai memang mengandung isoflavon, estrogen nabati atau phytoestrogen. Tapi, zat ini bukanlah zat hormon estrogen. Secara struktur, mereka sama, namun secara fungsi tidak sama​. Kedelai malah mengandung banyak nutrisi seperti protein, serat, antioksidan, dan vitamin K, vitamin yang baik untuk tulang. Jadi, jika Anda rajin mengonsumsi tempe, edamame, miso, dan tahu, Anda punya kesempatan untuk hidup sehat. Tapi, sekali lagi, hal ini juga tergantung dengan bagaimana cara Anda mengolah makanan tersebut​. Juga ​bergantung pada keadaan tubuhyang tidak alergi pada kedelai,” ​jelas Susan.​

5. Makanan sehat itu mahal

Foto: Thinkstock
​Banyak ​orang mengira mengonsumsi makanan sehat itu memerlukan biaya yang banyak. Tapi tergantung ​prioritas  masing-masing. ​Jika Anda ingin berhemat, cobalah untuk membeli bahan makanan dalam jumlah yang besar. Dalam artian, jumlah ini bisa disimpan untuk beberapa hari. Pilihlah bahan makanan yang tahan lama dan simpan di dalam lemari es. Pastikan juga Anda membawa bekal buatan sendiri ke kantor atau sekolah. Dengan begini, Anda sudah berhemat dan tetap sehat. Menanam bahan makanan sendiri di rumah juga bisa jadi pilihan.
Halaman 2 dari 6
(Tania Natalin Simanjuntak/Odilia Winneke)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads