Agar Tak Cepat Pikun dan Pelupa, Rutinlah Konsumsi 8 Nutrisi Penting Ini (2)

Agar Tak Cepat Pikun dan Pelupa, Rutinlah Konsumsi 8 Nutrisi Penting Ini (2)

- detikFood
Selasa, 05 Mei 2015 16:21 WIB
Agar Tak Cepat Pikun dan Pelupa, Rutinlah Konsumsi 8 Nutrisi Penting Ini (2)
Foto: Thinkstock
Jakarta - Seiring dengan bertambahnya usia, otak akan mengalami penurunan ​kemampuan.​ Hal ini dapat dicegah ataupun diperlambat dengan ​cara ​rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan kolin dan asam lemak omega 3 seperti telur dan salmon.

Ada beberapa senyawa yang terkandung dalam makanan yang berperan penting dalam mencegah kerusakan sel otak di usia tua.

5. Citicoline

Foto: Thinkstock
Zat ini banyak ditemukan dalam sel-sel tubuh dan membantu dalam pengembangan jaringan otak yang membantu mengatur memori dan fungsi kognitif, meningkatkan komunikasi antara neuron dan melindungi struktur saraf dari kerusakan radikal bebas.

Uji klinis telah menunjukkan suplemen citicoline dapat membantu menjaga fungsi kognitif normal dengan penuaan dan melindungi otak dari kerusakan radikal bebas. Jika ingin mendapatkan kandungan citicoline secara alami, Anda bisa mendapatkannya dalam sayur-sayuran seperti kembang kol dan kacang.

6. Kolin

Foto: Thinkstock
Kolin memang dikenal dapat meningkatkan kesehatan otak. Selain itu juga membantu sistem komunikasi untuk sel-sel di dalam otak dan seluruh tubuh. Kolin juga dapat mendukung otak selama penuaan dan cegah perubahan kimia otak yang mengakibatkan penurunan kognitif dan kegagalan. Telur merupakan sumber utama kolin.

7. Magnesium

Foto: Thinkstock
Suplemen magnesium sering direkomendasikan bagi mereka yang mengalami gegar otak yang serius. Mengonsumsi makanan kaya magnesium seperti alpukat, kacang kedelai dan pisang.

8. Blueberry

Foto: Thinkstock
Blueberry dikenal memiliki kandungan antioksidan dan anti inflamasi karena mereka mengandung anthocyanin, flavonoid yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Konsumsi buah blueberry secara moderat dapat menawarkan manfaat neurokognitif seperti peningkatan sinyal saraf di pusat otak.
Halaman 2 dari 5
(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads