Jangan Dihindari, Lemak Perlu Dikonsumsi untuk Produksi Hormon dan Sistem Kekebalan Tubuh!

Jangan Dihindari, Lemak Perlu Dikonsumsi untuk Produksi Hormon dan Sistem Kekebalan Tubuh!

- detikFood
Sabtu, 14 Mar 2015 09:52 WIB
Foto: Thinkstock // Detikfood
Jakarta - Maraknya tren wanita bertubuh langsing membuat lemak menjadi salah satu zat gizi makro yang ditakuti banyak orang. Padahal lemak juga punya segudang manfaat untuk tubuh. PT Unilever, Tbk bersama dengan para ahli kesehatan akan membahas mengenai lemak dalam makanan dan tubuh.

Setelah sebelumnya PT Unilever Indonesia, Tbk mensosialisasikan informasi mengenai garam dan gula. Kini, para ahli akan membahas mengenai bagaimana lemak dapat bersahabat dengan tubuh tanpa menimbulkan berbagai penyakit kronis.

"Untuk memberikan dampak positif, Unilever memiliki strategi dengan tiga tujuan. Salah satunya adalah dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan," tutur Maria Dewantini Dwianto, selaku Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia, Tbk (13/03/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Unilever berkomitmen secara konsisten untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang seperti asupan gula, garam dan lemak serta gaya hidup sehat," jelas Maria dalam acara Jakarta Food Editor's Club.

Lemak, kerap kali dihindari karena sering diasosiasikan dengan ​penyebab kegemukan dan ​kenaikan berat badan.

Menurut data Riskesdas, persentase perilaku konsumsi makanan berlemak pada penduduk Indonesia dengan usia lebih dari 10 tahun sebesar 40,7%. Padahal rekomendasi asupan lemak berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang adalah tidak lebih dari 25% dari kebutuhan energi.

“Lemak tidak jenuh dapat membantu penyerapan vitamin larut lemak seperti A, D, E dan K, membantu produksi hormon dan meningkatkan sistem imun. Sedangkan lemak jenuh yang dikonsumsi secara berlebihan dapat sebabkan kolesterol dan timbulkan risiko penyakit jantung koroner,” tutur Emilia Achmadi, selaku ahli gizi.

Bagaimana jika kekurangan lemak? Saat tubuh kurang lemak, maka tubuh tidak dapat menyeimbangkan dengan temperatur lingkungan. ​Karenanya​ tubuh kerap kali kedinginan jika berada pada suhu rendah dan juga sulit untuk berkonsentrasi.

“Cermat dalam memilih bahan makanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kita tidak perlu menghilangkan makanan-makanan berlemak jenuh sepenuhnya, tetapi akan lebih bijak jika kita memilih makanan yang lebih banyak mengandung lemak tidak jenuh seperti kacang-kacangan, alpukat dan ikan. Serta menerapkan pola hidup sehat dengan beraktivitas serta bergerak aktif,” jelas Emilia.

​Untuk melengkapi pemahaman soal lemak, ​chef Maharani mendemokan cara memasak yang rendah lemak. ​Seperti​ sajian Baramundi with citrus sauce dan Salad sapi yang gurih hangat dengan penggunaan lemak atau minyak yang sedikit.

"Sinergi antara pemerintah dengan perusahaan untuk memberikan pendidikan gizi akan membawa dampak positif dan menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat. Hal ini juga sejalan dengan Unilever Suistanable Living Plan yang berambisi untuk membantu lebih dari satu milyar penduduk untuk meningkatkan kebiasaan hidup sehat dengan terus berupaya meningkatkan citarasa dan kualitas gizi dari seluruh produk kami pada tahun 2020," tutup Maria Dewantini Dwianto.

(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads